Wednesday, 19 August 2009

Debat Anggota Tubuh




LUMPUHNYA ANGGOTA TUBUH




Al-kisah suatu malam seorang anak manusia terlelap pulas dalam tidurnya, di saat itulah terjadi percekokkan antar anggota tubuh. Mulai dari atas hingga ke bawah.


Mata berkata : "Lihat betapa pentingnya aku, manusia bisa menikmati keindahan dunia dengan seenaknya bahkan dengan memejamkan diriku bisa membuat nyenyak dalam mimpi".



Hidung berkata : " aku lebih penting daripada kau mata, denganku manusia bisa bernafas menhirup udara sepuasnya tanpa ada batasan".



Telinga berkata : "jika dilihat fungsi-nya maka akulah yang lebih penting, denganku manusia bisa menangkap kabar baik atau buruk sehingga bisa memilah mana yang benar dan salah".



Tangan berkata : "kalian semua itu cuma bagian yang menempel, tidak seperti aku lebih banyak bergerak dan aktif, manusia bisa mengambil apa saja yang dikehendaki tanpa ada kesulitan".



Kaki berkata : "Semua-nya bodoh, perhatikan mana bisa mengandalkan kalian jika tanpa diriku, aku mampu berjalan dan berlari sesuka manusia kemana dia pergi hingga berkeliling dunia atau menjelajahi angkasa".


Otak berkata : "Aku jauh lebih penting bahkan aku paling brillian dan pintar daripada kalian semua, akulah yang bisa menyimpan berbagai ilmu, tanpa aku manusia akan terlahir bodoh dan dungu".



Mulut berkata : "semua tidak ada artinya, dengan diriku manusia bisa berucap dan berbahasa dengan baik, juga aku bisa menjadikan manusia dengan bebas memasukkan makanan atau minuman, pokonya akulah segal-galanya".



percekokan beberapa anggota tubuh memantik rasa iri dan cemburu oleh bagian anggota lain yang hanya sekedar sebagai pelengkap atau hiasan.





Kuku berkata : "biarpun aku kecil tapi manusia terlihat anggun dan indah bahkan sempurna bila aku di hias secantik mungkin, dan akulah paling indah".





Alis berkata : "biarpun hanya sedikit jumlahku, tapi aku yang dibutuhkan manusia sebagai hiasan yang mengesankan, bayangkan bila mata tanpa aku, apa kata dunia ???".





Rambut berkata : "stop.. hentikan kesombongan kalian, biarpun aku kurang penting, paling tidak denganku manusia bisa dikatakan tampan, menawan, cantik, bila aku tidak ada, kalian semua akan mati kepanasan atau kehujanan karena sesunguhnya akulah yang melindungi kalian dari atas.





Semua berdebat ramai hanya soal siapa yang lebih penting sebagai anggota tubuh nomor satu, dan perselisihan semakin panjang manakala organ tubuh bagian dalam angkat bicara dalam forum debat.





Ginjal berkata : "fungsi kalian semua itu masih tidak sebanding denganku, aku bekerja keras siang malam tanpa henti menjaga agar aliran darah dan pencernaan manusia tetap sehat, stamina prima, tetap bisa beraktifitas tanpa sakit, kalau kalian tanpa aku, mana bisa ?".





Usus berkata : "Tidak perlu cari tahu siapa yang penting, sebab akulah yang lebih banyak berperan, tiap detik-menit-jam selalu bekerja melumat makanan, tanpa aku kalian semua akan mati lemas tanpa sumber makanan.





Paru-paru berkata : "Inilah aku sang raja organ tubuh, denganku manusia dan kalian semua bisa hidup, bisa bekerja, bisa berfungsi, jika aku berhenti, maka kalian bisa apa ?".





Semakin lama perselisihan tak kunjung reda, bahkan mereka saling mengumpat soal siapa dan apa fungsi mereka, dan yang paling akhir berkomentar adalah :





Kemaluan berkata : "aku memang letaknya dibawah,tersembunyi, tertutup, tak terlihat, tapi aku bisa membuat manusia merasakan kenikmatan luar biasa, aku paling dijaga daripada kalian, karena aku begitu istimewa".





hingga pagi datang perdebatan belum berhenti, sampai akhirnya mereka bertikai dan bertarung agar bisa disebut ORGAN NOMOR SATU (The One), sampai akhirnya..... ketika anak manusia itu terbangun ia tidak bisa bergerak sama sekali... ia lumpuh.. ia bisu.. ia tuli.. ia tersngal-sengal...sekarat...ia dalam sakaratul maut.... hingga..





Jantung berkata : "sesungguhnya akulah yang bisa menghidupkan dan mematikan kalian semua, lihatlah sekarang.......".





Maka anak manusia tersebut belum sempat dilarikan kerumah sakit sudah mati / meninggal dunia.





Itulah gambaran sebandainya anggota / organ tubuh itu adalah kita dan orang-orang disekitar kita, baik dalam lingkup rumah tangga, keluarga, warga, wilayah bahkan negara. Masing-masing berebut menjadi orang yang paling diberi julukan "PAHLAWAN" atau orang yang paling berjasa dan patut dihargai. Sungguh sebuah sifat sombong dan serakah.









Firman Allah SWT



Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir”   (Q.S. Al Baqarah [2] : 34)



 ”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (Al Israa’ [17] :37)



Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.(Luqman [31] :18)







mari kita ambil hikmah dan makna tentang hal ini, sedikit kesombongan maka akan meruntuhkan kesatuan dan kesatuan antar umat / sesama baik muslim atau non muslim. semoga ada manfaat dan faedah-nya.







" Menciptakan Kreatifitas Dengan Keimanan "





 


Tuesday, 18 August 2009

Gaul Jadul - Biar Memble Asal Kece

Judul : Gaul Jadul - Biar Memble Asal Kece
Penulis : Q Baihaqi
Penerbit : Gagas Media
Cetakan I, 2009
Tebal : 277 hlm

“Zona 80… masih ada! “, Demikian slogan yang selalu diteriakkan para penonton pada acara zona 80, sebuah program musik plus talkshow di Metro TV yang mencoba mengangkat kembali berbagai musik, penyanyi, gaya hidup, trend, sampai peristiwa-peristiwa yang populer di era 80an. Seperti slogan di atas, walau telah dua dekade terlalui , era 80an masih ada dalam kenangan kita, berbagai peristiwa dan gaya hidup 80an selalu menjadi hal yang menarik untuk dibicarakan dan dimunculkan kembali dalam berbagai bentuk.

Selain acara TV Zona 80 yang hingga kini masih terus ditayangkan dan digemari oleh penontonnya, di stasiun TV yang sama kini muncul acara “Legendary Album” yang memutar kembali video klip lagu-lagu yang pernah jaya di era 80an. Selain dalam bentuk acara TV, era 80an juga dikenang dalam berbagai cara. Dalam ranah musik tanah air tentunya kita masih ingat group music Club Eighties yang mencoba mempopulerkan kembali langgam gaya tahun 80-an, sayang group ini kini lama tak muncul di panggung musik.

Di ruang cyber, pada tahun 2005 dibuatlah blog lapanpuluhan (http://lapanpuluhan.blogspot.com) yang mencoba memunculkan kembali berbagai peristiwa dan gaya hidup 80an. Blog ini mendapat respon yang sangat baik dari pembacanya, per-harinya blog ini di’klik’ sebanyak 250-500 kali!. Blog ini pula yang mendorong lahirnya sebuah milis di tahun 2006 yang diberi nama milis ‘lapanpuluhan’ yang hingga kini masih eksis dan telah beranggotakan 3861 member.

Kepopuleran blog dan milis 80an dan antusiasme masyarakat akan era 80 an inilah yang akhirnya menarik minat penerbit Gagas Media untuk membukukan tulisan-tulisan yang ada di blog tersebut sehingga terbitlah sebuah buku yang mengangkat berbagai fenomena 80an yang diberinya judul “Gaul Jadul – Biar Memble asal Kece.

Buku Gaul jadul ini dibagi dalam 6 bagian besar berdasarkan kategorinya yaitu : Serial TV, Musik, Dunia Anak-anak, Film, Buku dan Majalah, dan Sukseskan. Masing-masing bab terdiri dari 2 hingga 5 tulisan, sehingga buku setebal 277 halaman ini berisi 19 tulisan plus 6 tulisan pengantar antar bab yang membahas berbagai icon dan gaya hidup 80an.

Di bagian serial TV pembaca akan diajak mengenang film seri TV buatan lokal dan luar negeri yang ditayangkan TVRI di era 80an yaitu drama seri Rumah Masa Depan, Little House on The Praire, The A Team, Isaura, dan Little Missy. Di bagian musik kita diajak untuk melantunkan kembali Madu dan Racun, Kokoro No Tomo, dan mengenal artis-artis JK Records. Berbagai jenis permainan dan jajanan era 80an seperti Game Watch, Kwartet, permen Chelsea, Cocorico, dan lain-lain hadir kembali dalam imajinasi kita ketika kita membaca bagian Dunia Anak-anak di buku ini.

Di bagian film, dibahas mengenai FFI, film-film horror yang dibintangi Suzanna, film Nagabonar, dan film Catatan si Boy yang merupakan icon anak muda 80an. Bagi para kutu buku, buku-buku Lima Sekawan dan Trio Detektif tentunya merupakan bacaan wajib yang tak boleh terlewatkan. Dan di bagian akhir, buku ini juga membahas mengenai program pemerintah di tahun 80an yaitu wajib belajar dan senam SKJ yang musik pengiringnya masih terngiang-ngiang sampai sekarang.

Sama seperti yang tersaji dalam blog-nya, kesemua tulisan di atas tersaji dengan gaya yang nyantai dan diselingi juga dengan celetukan-celetukan lucu dari penulisnya sehingga membuat kita tertawa-tertawa seolah sedang ngobrol santai dengan seorang teman mengenai fenomena 80an. Hal ini pula yang membuat pembaca betah melahap semua tulisan yang ada dalam buku ini dalam sekali duduk saja. Namun walau terkesan nyantai, bahasan dalam buku ini bisa dibilang cukup lengkap dan detail. Tampaknya penulis tidak asal menulis berdasarkan memori semata melainkan melakukan riset yang cukup memadai sebelum membuat tulisan-tulisannnya.

Ketika membahas mengenai film, penulis mengurai lengkap dengan beberapa synopsis, dan keterangan tentang pemain-pemainnya. Ketika membahas mengenai FFI tersaji daftar lengkap susunan pemenang dari tahun 1980-1991 termasuk rekapnya seperti artis-aktor yang pernah mendapat dua piala citra, film-film yang nyaris menyapu bersih piala Citra, dan beberapa keunikan-keunikan lainnya. Di bagian musik ada juga teks lengkap beberapa lagu, sedangkan di bagian akhir buku ini ada pula gambar dan deskripsi gerakan SKJ.

Selain mengaduk-ngaduk kenangan kita akan era 80an, sebagian pembaca juga mungkin akan menemukan hal-hal yang baru diketahuinya , misalnya lagu Madu dan Racun itu sebetulnya diciptakan dan pertama kali dipopulerkan pada tahun 1975-an oleh Vocal Group Prambors dengan judul “Bingung”. Lagu yang diciptakan oleh Sidosa ini lalu dipopulerkan kembali dengan judul baru (Madu & Racun) yang dinyanyikan oleh pengarangnya yang berganti nama menjadi Arie Wibowo bersama groupnya Bill & Board.

Selain itu mungkin tak banyak yang menyadari bahwa seri Trio Detektif itu bukanlah karya sutradara besar Hollywood yang piawai membesut kisah-kisah misteri, Alfred Hitcock. Walau dalam setiap cover bukunya selalu menampilkan logo dan nama Alfred Hircock, namun ia hanya menjadi cameo diseri novel detektif tersebut, sedangkan nama penulisnya yang secara bergantian ditulis oleh empat orang pengarang hanya tertera di halaman dalam novel-novelnya.

Masih banyak hal-hal menarik yang mengaduk-ngaduk kenangan era 80an di buku ini. Lalu apakah semuai isi di buku ini sama dengan apa yang ada di blog lapanpuluhan? Karena media blog dan buku merupakan hal yang berbeda, maka tentunya tak semua tulisan dan materi yang ada dalam buku ini sama persis dengan apa yang ada dalam blog. Tentunya apa yang dalam buku lebih lengkap dan detail dibanding di blog. Bahkan ada beberapa tulisan baru yang tidak akan ditemui di blognya.

Selain itu buku ini juga hanya memuat tulisan-tulisan yang dibuat oleh salah satu kontributor sekaligus pendiri blog ini yaitu Baihaqi. Jadi memang tak semua tulisan di blog lapanpuluhan akan muncul di buku ini seperti serial si Unyil, Oshin, trend fashion, sandiwara radio, dll. Pertanyaan yang mungkin akan muncul di benak pembaca buku ini yang juga pengunjung blognya adalah : “Kenapa buku ini hanya memuat tulisan-tulisan Baihaqi saja ?”. Sayangnya di buku ini baik penulis maupun penerbit tak memberikan keterangan yang memadai atas pertanyaan ini.

Yang juga patut disayangkan dalam buku ini adalah minimnya penyajian foto-foto, padahal dengan semakin banyaknya foto maka memori pembaca akan lebih tergali lagi. Selain itu buku ini juga tak menyertakan “Kata Pengantar” seperti lazimnya yang terdapat dalam buku-buku kumpulan tulisan. Padahal dalam kata pengantar penulis atau penerbit bisa menjelaskan ‘sejarah’ terbitnya buku ini, darimana sumber tulisannya, mengapa ada beberapa icon 80an yang tidak muncul dalam buku ini, dan lainnya. Semua itu tak dijelaskan sedikitpun dalam buku ini, sehingga pembaca yang tidak mengetahui blog lapanpuluhan tak akan mengetahui kalau buku ini bersumber dari blog tersebut.

Alangkah baiknya juga jika dalam buku ini ada kata pengantar yang ditulis oleh salah satu tokoh 80an atau pengamat kebudayaan yang gaul yang bisa memberikan sedikit tambahan wawasan pada pembacanya mengenai fenomena 80an secara ringan dan nyantai. Sayang semua itu tak ada dalam buku ini.

Terlepas dari hal di atas, buku ini sangat menarik untuk membuka kembali album lama kita di era 80an. Tidak hanya sekedar untuk bernostalgia, tentunya ada banyak hal-hal positif yang bisa diambil dalam buku ini. Dan yang harus diingat, mungkin saja buku ini merupakan satu-satunya buku non fiksi yang membahas berbagai fenomena era 80an di Indonesia secara khusus. Yang pasti, buku ini sangat berjasa karena telah mendokumentasikan dan mengabadikan berbagai hal yang pernah menjadi trend, icon, kebijakan pemerintah, yang pernah terjadi di era 80an.

@h_tanzil