Sunday, 7 March 2010

SOE HOK-GIE…sekali lagi

Judul : SOE HOK-GIE…sekali lagi – Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya
Editor : Rudi Badil, Luki Sutrisno Bekti, Nessy Luntungan
Penerbit : KPG bekerjasama dengan ILUNI UI & Kompas
Cetakan : Desember 2009
Tebal : 512 hlm

Empat puluh tahun silam, tepatnya tanggal 16 Desember 1969, bangsa Indonesia kehilangan seorang aktivis mahasiswa yang idealis, brillian dan berani mengambil sikap baik dalam pemikiran maupun dalam pergerakan. So Hok-gie, atau akarab dipanggil Gie ditemukan tewas di atas puncak Gunung Semeru, Jawa Timur tepat sehari sebelum ia merayakan hari ulang tahunnya ke 27 yang ia rencanakan akan dirayakan di puncak Mahameru bersama kawan-kawannya.

Walau telah 40 tahun berselang namun nama dan kiprahnya masih terus dikenang hingga kini. Beberapa tahun setelah kematiannya, namanya sempat terlupakan hingga akhirnya LP3ES yang saat itu masih merupakan LSM kecil menerbitkan catatan harian Gie yang diberinya judul “Catatan Seorang Demonstran” pada tahun 1983.

Terbitnya buku tersebut kembali mengingatkan orang pada tokoh Gie. Tak sekedar itu, buku tersebut bahkan menginspirasi dan mengangkat moril gerakan mahasiswa di tahun 80-an yang sedang terpuruk. Itulah Gie, ia tak hanya memberi inspirasi ketika ia masih hidup, dua puluh tahun setelah kematiannyapun Gie masih mampu memberi inpirasi baru pada gerakan mahasiswa saat itu.
Setelah itu seiring berjalannya waktu, namanya Gie kembali terlupakan hingga akhirnya di tahun 90an tulisan-tulisan Gie yang pernah dipublikasikan di harian-harian nasional dibukukan oleh penerbit Bentang Budaya dengan judul “Zaman Peralihan” (1995), lalu menyusul skripsi S1 nya yang berjudul “Orang-orang di persimpangan kiri Jalan” (1997).

Di tahun 2001 muncul terjemahan biografi politik SHG yang berjudul " SOE HOK-GIE : Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani" karya sejarahwan Australia, John Maxwell. Setelah beberapa buku ttg Soe Hok Gie diterbitkan, di tahun 2005 sutradara kondang Riri Reza pun membuat film berjudul Gie yang diambil dari catatan hariannya.

Kiini dalam rangka memperingati 40 tahun kematiannya bulan Desember yang lalu, kawan2 dekat so Hok-Gie berinisiatif menerbitkan buku tentang Gie yang isinya merupakan kumpulan tulisan dari teman, sahabat, hingga tokoh2--tokoh terkenal di negeri ini. Itulah sebabnya buku ini diberi judul “Soe Hok-Gie Sekali Lagi”, seolah ingin menegaskan bahwa inilah buku kesekian mengenai Soe Hok-Gie yang pernah diterbitkan.

Dibanding dengan buku-buku lainnya tentang Gie, buku ini tak kalah menariknya malah memiliki keunikan sendiri, kalau selama ini kita mengenal Gie dari catatan harian, tulisan-tulisannya, dan pandangan John Maxwell, maka di buku ini kita bisa melihat sosok Gie dari pandangan sahabat-sahabat terdekatnya dan dari orang-orang yang mengaku terpengaruh oleh spirit dan semangat perjuangan Gie baik semasa hidupnya maupun setelah membaca tulisan-tulisan Gie.
Buku gemuk ini dibagi menjadi lima bagian besar, bagian pertama berisi satu tulisan panjang Rudy Badil, salah satu rombongan Gie ke puncak Semeru yang secara rinci menceritakan perjalanannya bersama Gie mulai dari Stasiun Gambir, Jakarta hingga proses evakuasi jenazah Gie dan Idham dari puncak Mahameru ke Gubuk Klakah, sebuah desa di kaki gunung Semeru.

Bagian ini merupakan bagian yang paling menarik karena selama ini belum pernah terungkap secara bergitu mendetail bagaimana saat-saat terakhir hidup Gie, bagaimana kondisi jenasah Gie dan Idham setelah berhari-hari terlantar di puncak Mahameru, dan bagaimana kondisi fisik dan mental teman-teman seperjalanannya dalam mencari bantuan dan mengevakuasi jenasah Gie dan Idham.

Di bagian kedua, dikisahkan bagaimana reaksi masyarakat dan pers dalam dan luar negeri yang begitu responsif begitu mendengar kematian Hok Gie hingga Prof. Soemitro Djojohadikusumo yang saat itu telah menjadi menteri menyempatkan diri untuk melayat jenasah Gie dan memberikan kata sambutannya di FS-UI. Selain itu bagian ini juga menyajikan berbagai hal menarik seperti bagaimana puluhan tahun setelah kematian Gie namanya disangkut pautkan dengan peta harta karun peninggalan Jepang yang konon saat itu sedang diterjemahkan oleh Gie dan secara tidak sengaja ditemukan oleh oleh tim SAR saat sedang mengavakuasi jenazah Gie.

Selain itu di bagian ini terungkap pula hal-hal yang menyangkut gunung Semeru seperti temuan Arca Kembar yang selama ini dianggap hilang, lalu ada juga tulisan tentang serba serbi Semeru yang tentunya bermanfaat bagi para pendaki gunung.

Bagian ketiga buku ini yang berisi tulisan-tulisan dari teman-teman Gie di FS-UI tak kalah menariknya. Di bagian ini kita akan melihat sosok manusiawi Gie secara apa adanya. Sisi lain Gie dalam kesehariannya sebagai seorang mahasiswa terungkap di tulisan Kartini Sjahrir dan Luki Sutirsno Bekti yang secara jujur menceritakan pengalamannya berteman dekat dengan Gie.

Menurut pernagakuan Kartini, seperti anak muda pada umumnya dalam pergaulannya tak jarang Gie mengeluarkan celetukannya yang suka ‘menyerempet-nyerempet bawah puser’. Dalam tulisannya ini Kartini juga secara terbuka menceritakan perasaan hatinya dan kedekatannya dengan Gie sebelum akhirnya menikah dengan Syahrir. Bahkan di setiap surat terbukanya,, Kartini selalu memulainya dengan “Hok Gie-ku yang manis..”

Luki Sutirsno-Bekti sebagai salah satu teman wanita Gie yang juga pernah dekat dengannya mengungkapkan Gie sebagai sosok yang moralis dan humanis, selain itu Gie juga merupakan teman curhat yang baik bagi teman-teman pria maupun wanitanya. Ia juga dikenal suka membantu teman-temannya dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah. Luki juga mengulas hubungan kakak beradik Hok-gie dan Arief Budiman yang unik.

Selain itu di bab ketiga ini ada juga tulisan teman-teman lainnya yang melihat Gie dari berbagai sudut pandang , semuanya menggambarkan bagaimana hangatnya, lekatnya, dan akrabnya pertemanan mereka dengan Hok Gie secara jujur dan apa adanya.

Di Bagian ke empat, buku ini menyuguhkan berbagai tulisan dari para penulis yang tidak mengenal Hok-Gie secara fisik namun mereka mengenalnya lewat pemikiran-pemikiran Gie melalui tulisan-tulisannya seperti Riri Reza, Nicholas Saputra, Hilmad Farid, N. Riantiarno, Stanley Adi Prasetyo, Mona Lohanda, Ben Anderson, dll.

Di bagian ini juga Arif Santoso, aktivis mahasiswa 80-an mengetengahkan catatan mengenai gerakan aktivis 1980-an yang tersulut oleh terbitnya Catatan Harian Seorang Demonstran di tahun 1978. Arif juga menceritakan secara kronologis gerakan 1980-an sehingga pembaca akan mengetahui bagaimana para aktivis 1980-an berjuang melawan rezim orde baru yang saat itu begitu intens meredam setiap gerakan mahasiswa.

Stanley Adi Prasetro dalam tulisan panjangnya di buku ini mencoba membaca pikiran HAM Soe Hok-gie. Dari tulisannya ini Stanley mengatakan bahwa Gie merupakan pejuang sejati HAM yang berpikir melebihi zamannya. Di tulisan ini akan terungkap walaupun Gie begitu membenci komunisme, namun ketika pemerintah membabat habis orang-orang PKI secara membabi buta, Gie mengutuk keras peristiwa ini.

Lalu ada juga tulisan Lona Mohanda, sejarahwan, yang mencoba menguliti skripsi Hok-gie yang pada akhirnya mengaminkan apa yang dikatakan oleh almarhum Prof Harsya W. Bachtiar yang berpendapat bahwa soe Hok-gie itu seorang kolumnis yang baik, tapi tidak sebagai sejarahwan.
Di bagian kelima yang merupakan bagian terakhir dari buku ini diketengahkan tujuh belas tulisan Gie yang tersebar di berbagai media baik tulisan mengenai pendakian gunung, hingga persoalan-persoalan politik yang terjadi pada masa itu.

Menarik memang membaca keselurahan tulisan-tulisan yang terdapat dalam buku ini. Buku yang ditulis oleh 30 orang ini memberikan gambaran yang iutuh akan sosok Gie yang sebelumnya hanya kita kenal lewat catatan hariannya atau tulisan-tulisannya saja. Karena buku ini merupakan kumpulan tulisan dari berbagai orang maka masing-masing memiliki keunikan sendiri, semuanya menarik, hanya saja di bagian ke empat dimana semuanya ditulis oleh orang-orang yang hanya mengenal Gie melalui tulisan-tulisannya maka terdapat beberapa kesamaan pandangan sehingga agak membosankan.

Selain berbagai tulisan tentang Gie, yang tak kalah menariknya adalah dimuatnya puluhan foto2 yang selama ini jarang atau mungkin belum pernah terpublikasikan. Kemasan buku ini juga tak kalah menariknya, walau bukunya besar dan gemuk namun sangat nyaman digenggam saat dibaca. Pilihan font yang besar dan lay out antara teks dan foto yang dinamis membuat buku ini sangat ramah mata dan membuat betah membacanya berlama-lama.

Dan yang pasti munculnya kembali buku tentang Gie ini setidaknya mengangkat kembali sosok pribadi yang berintegritas dan memiliki komitmen yang teguh terhadap perjuangannya, hal yang langka ditemukan di masa kini.

Di tengah bangsa kita yang tengah mengalami krisis kemanusiaan, keadilan, dan kepemimpinan, sosok Soe Hok Gie ini sangat tepat untuk diangkat kembali sehiingga generasi muda masa kini dapat belajar dari pribadi dan pemikiran Gie yang masih sangat relevan hingga kini.

Mungkinkah melalui buku ini Soe Hok-Gie sekali lagi memberi inspirasi bagi para pejuang demokrasi dan penegak keadilan bangsa ini? Ataukah buku ini hanya sekedar menjadi buku pengingat romantika perjuangan di era 60-an bagi kawan-kawan dekatnya? Jawabannya ada di tangan para pembaca buku ini.

@htanzil

Saturday, 6 March 2010

H.A.A.R.P ( High Frequency Active Auroral Research Program )

H.A.A.R.P (High Frequency Active Auroral Research Program) adalah suatu riset yang dilakukan oleh oknum Militer Amerika yang bekerjasama dengan universitas-universitas terkemuka serta ahli sains dunia dengan tujuan untuk lebih maju dalam mempelajari properti fisik dan elektrik bumi kita ini. Tujuan jangka panjang adalah untuk dapat digunakan dalam memudahkan komunikasi (militer), juga untuk menangkal rudal (ancaman nuklir) yang mengarah ke tujuan tertentu dengan mengganggu komunikasi radarnya, sehingga dapat membuat rudal meleset dari sasaran. Tapi selain itu, HAARP juga dapat mengatur cuaca melalui ionosphere, seperti membuat hujan, badai, tsunami, dan masih banyak yang belum diketahui

Dikatakan bahwa proyek ini mirip dengan beberapa pemanas ionospheric yang tersebar di seluruh dunia dan memiliki bagian besar diagnostik instrumen yang memfasilitasi penggunaannya untuk meningkatkan pemahaman ilmiah yg berkenaan dengan ionosfir dinamika. Walaupun ditakutkan akan digunakan sebagai senjata pemusnah massal, ilmuwan yang terlibat dalam aeronomy, ruang sains, atau fisika plasma mengabaikan ketakutan ini sebagai teori yang tak berdasar.

· Apakah Ionosphere itu? adalah bagian teratas dan terpenting dalam atmosfer bumi kita... Ionosphere sangat penting karena dapat menyaring radiasi cahaya matahari agar tidak langsung jatuh ke bumi...

· Ionosphere berperan dalam mengatur kadar kelistrikan dalam atmosfer dan membentuk inti dari tepi magnetosphere...

· Ionosphere juga memiliki kegunaan lain bagi manusia, yaitu mempengaruhi gelombang penyiaran radio jauh dari tempat-tempat yang ada di Bumi...

H.A.A.R.P sendiri terletak di Alaska, Amerika Serikat. Lebih tepatnya lagi HAARP berada di Gakona, Alaska (latitude:62.39,longitude:145,15) yang terletak di barat Taman Nasional Wrangell-Saint Elias (use google earth )...

Dampak lingkungan yang disebabkan HAARP memicu pernyataan izin untuk array hingga 180 antena yang akan didirikan. HAARP telah dibangun sebelumnya di situs instalasi radar yang bernama over-the-horizon...



  • Cara kerja dan Dampak H.A.A.R.P. itu sendiri



Cara kerja HAARP adalah dengan memanaskan ionosphere yang ada di langit. Hal ini dapat memanipulasi keadaan langit disekitarnya, sehingga pada masa percobaan dapat terjadi suatu hal yang tidak diinginkan misalnya terjadi badai, gempa bumi, gangguan sinyal dan lain-lain.



Caranya dengan menentukan satu titik lokasi ionosphere yang akan dipanaskan, lalu tekanan yang berada di atmosfer juga akan naik. Maka tekanan yang terbentuk dikumpulkan di satu titik dan terbentuklah manipulasi jetstream (arus jet).

Tapi HAARP belum sempurna dan masih dalam tahap pengetesan (di seluruh dunia)...

Dicurigai HAARP sudah dalam tahap beta pada tahun 2004, ini terbukti ketika batasan badai tornado yang terjadi dalam satu tahun dilanggar oleh alam. Jika satu tahun batas maksimal badai hanya terjadi 4 kali, tahun 2004 terjadi sebanyak 6 kali... Bukti lain adalah ketidakstabilan cuaca ekstrim, yang telah rusak di setiap wilayah utama di Dunia selama beberapa tahun terakhir. Badai dan badai tropis telah melanda Karibia... Belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah badai di Karibia, pulau Grenada benar-benar hancur: 37 orang meninggal dan sekitar dua pertiga dari pulau ini 100.000 jiwa telah kehilangan tempat tinggal; di Haiti, lebih dari dua ribu orang meninggal dan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal...

Asia Tengah dan Timur Tengah dilanda kekeringan. Afrika Barat menghadapi kawanan belalang terbesar di lebih dari satu dekade. Empat badai merusak dan hujan badai tropis Alex, Ivan, Frances, Charley dan Jeanne telah terjadi secara berurutan, dalam waktu singkat...

Republik Dominika, Jamaika, Kuba, Bahama dan Florida juga telah hancur. Di Amerika Serikat, kerusakan di beberapa negara bagian Selatan termasuk Florida, Alabama, Georgia, Mississippi dan Carolina merupakan yang tertinggi dalam sejarah AS.

CARACAS, KOMPAS.com - Presiden Venezuela Hugo Chavez melontarkan tudingan serius pada AS. Ia menengarai gempa bumi yang menimpa Haiti bukan gempa bumi biasa tetapi disebabkan oleh persenjataan milik AS.

Menurut Chavez, gempa yang mengguncang Haiti tanggal 12 Januari kemarin adalah dampak dari uji coba “senjata tektonik” yang dilakukan AS.

Surat kabar Spanyol yang terbit awal minggu ini mengutip pernyataan Chavez yang mengatakan bahwa AS sedang “bermain-main menjadi Tuhan” dengan membuat senjata yang mampu menimbulkan dampak seperti yang ditimbulkan bencana alam seperti gempa bumi.

Uji coba senjata “gempa bumi” itu, lanjut Chavez, dilakukan di lepas pantai Haiti sehingga menimbulkan gempa yang menewaskan 100.000 lebih penduduk Haiti. Spekulasi bahwa gempa berkekuatan 7 skala Richter yang menimpa Haiti bukan gempa biasa, juga dilansir oleh banyak media massa di Venezuela yang menduga gempa itu kemungkinan ada hubungannya dengan proyek HAARP yang sedang digarap AS.

HAARP atau High Frequency Active Auroral Research Program adalah sebuah sistem yang bisa menimbulkan perubahan iklim yang drastis dan ganas. Pusat penelitian HAARP berada di Alaska yang diarahkan pada rekonfigurasi lapisan yang menyelubungi bumi, ionosfer untuk meningkatkan komunikasi satelit.

Kecurigaan bahwa AS sedang mengembangkan senjata “perusak lingkungan” bukan tanpa alasan karena mantan Menteri Pertahanan AS William Cohen pada tahun 1997 pernah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap negara-negara yang mengembangkan senjata “teroris” yang bisa mengubah kondisi iklim, menimbulkan gempa bumi, gunung meletus dan sejenisnya dengan menggunakan gelombang elektromagnetik.

Gempa di Chile juga dipergunjingkan oleh media yang kritis kepada AS, juga akibat teknologi HAARP. Chile, demikian menurut berita itu, punya cadangan minyak yang sangat besar, Karena itulah gempa dibuat di kawasan itu sehingga AS akan masuk dibuktikan dengan masuknya tentara AS, dan kemudian akan mengambil cadangan minyak itu. (Satwiko Rumekso)

referensi :



  1. ^ a b "HAARP Fact Sheet". HAARP. 15 June 2007. http://www.haarp.alaska.edu/haarp/factSheet.html. Retrieved 2009-09-27.
  2. ^ "Purpose and Objectives of the HAARP Program". HAARP. http://www.haarp.alaska.edu/haarp/prpeis.html. Retrieved 2009-09-27.
  3. ^ "Heating Up the Heavens." Weinberger, Sharon. Nature. Volume 453. April 24 2008. [1]
  4. ^ Pentagon Scientists Target Iran’s Nuclear Mole Men
  5. ^ Reeve, W.D. (2008). "The Lunar Echo Experiment (Part 1)". Radio User 3 (8): 56–58. ISSN 1748-8117.
  6. ^ Reeve, W.D. (2008). "The Lunar Echo Experiment (Part 2)". Radio User 3 (9): 56–57. ISSN 1748-8117.
  7. ^ "Technical Information". HAARP. 12 April 2007. http://www.haarp.alaska.edu/haarp/tech.html. Retrieved 2009-09-27.
  8. ^ "The HAARP Antenna Array". HAARP. Archived from the original on 15 April 2007. http://web.archive.org/web/20070415111323/http://www.haarp.alaska.edu/haarp/ant3.html. Retrieved 2009-09-27.
  9. ^ "Details of the HAARP Antenna Design". HAARP. Archived from the original on 13 may 2007. http://web.archive.org/web/20070513135131/http://www.haarp.alaska.edu/haarp/ant2.html. Retrieved 2009-09-27.
  10. ^ "The HAARP IRI As Described in the EIS". 17 May 2007. http://www.haarp.alaska.edu/haarp/iriEis.html. Retrieved 2009-09-27.