Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts

Monday, 12 July 2010

Panganan Penuh Hikmah yang Disebut di Dalam Al-Qur`an

Orang yang mau mendalami ayat-ayat Al-Qur`an akan menyadari bahwa Allah sudah merentangkan segala penjelasan di dalam Kitab-Nya dan menunjukkan kepada manusia cara-cara untuk memudahkan hidup baik di dunia ini maupun di alam berikutnya. Subjek lain yang menarik perhatian manusia yang memahami adalah yang diutarakan Al-Qur`an tentang makanan-makanan khas yang baik untuk kesehatan manusia.

Buah-buahan

Al-Qur`an menyebutkan sejumlah buah-buahan yang oleh ilmu pengetahuan modern ditegaskan memiliki khasiat untuk mencegah beberapa jenis penyakit. Buah-buahan yang memberikan manfaat pada tubuh manusia dalam berbagai cara, juga enak rasanya. Di dalam ayat-ayat Al-Qur`an, Allah menyuruh manusia supaya memperhatikan keberagaman dan keindahan disertai seruan agar merenungkan ciptaan-ciptaan-Nya yang amat menakjubkan,

"Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuhan-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan Kami keluarkan pula zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pula) kematangannya. Sesungguhnya, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman." (al-An'aam [6]: 99)

Allah menciptakan beragam jenis buah, setiap jenis memiliki rasa dan harum tersendiri meskipun semuanya tumbuh di tanah yang sama dan diairi dengan air yang sama.

Sebagaimana penciptaannya, kenyataan bahwa buah-buahan dan sayur-sayuran merupakan sumber-sumber vitamin dan nutrisi esensial yang melimpah, juga menggugah manusia berakal untuk berpikir. Buah-buahan, yang tumbuh dalam tanah lumpur hitam, hanya menyerap unsur-unsur gizi yang diperlukan (mineral-mineral) yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Tapi bagaimana tanah bisa mengetahui nutrisi apa yang harus ia hasilkan? Begitu pula, apakah buah yang dihasilkan tanaman punya kemampuan dan pengetahuan untuk menghunjam ke tanah mencari komponen-komponen keperluannya dan menyerapnya dalam kuantitas yang ia perlukan? Bagaimanapun, sistem ini bekerja dalam tatanan teramat sempurna dan akurat, sehingga setiap jenis tanaman mempunyai warna, rasa dan bau spesifik, serta mengandung mineral dan vitamin dalam kadar terukur persis. Sebagai contoh, buah melon tidak pernah berwarna biru atau asam, tidak pula berbau tanah melainkan sentiasa berbau dan punya rasa khasnya sendiri yang kita kenal.

Allah, pemilik tunggal dan penguasa jagat raya, menciptakan tatanan ini dan memperlihatkannya kepada manusia agar mereka mengambil hikmah dan mensyukuri-Nya.

Al-Qur`an menyebutkan begitu banyak jenis buah-buahan, yang akan tersedia bagi orang-orang beriman di dalam surga. Pada penggalan ini, secara singkat, kita akan memperbincangkan hikmah dan manfaat dari buah-buahan yang disebutkan di dalam Al-Qur`an

1. Pisang

Al-Qur`an juga menyebut pisang sebagai salah satu buah-buahan surga,

"Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon-pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya." (al-Waaqi'ah [56]: 28-33)

Seperti semua karunia lainnya, buah pisang yang dinikmati para penghuni surga tentu akan jauh lebih sempurna dari pisang yang dapat dibayangkan kini tersedia di dunia. Betapapun, pisang-pisang yang tersedia di surga tidak pernah jadi busuk dan akan memiliki rasa dan wangi yang tidak mungkin kita bayangkan sekarang. Namun, di dunia ini pun Allah sudah menciptakan sejenis buah yang sangat mirip dengan yang ada di surga dan telah menyediakannya untuk kita.

Pisang, buah yang sangat bergizi, terdiri atas air (75%), protein (1.3%) dan lemak (0.6%). Tiap buah pisang juga mengandung karbohidrat dan potassium dalam jumlah cukup. Di samping menolong menyembuhkan banyak penyakit, pisang sangat dianjurkan untuk penyembuhan demam, gangguan sistem kerja pencernaan, kejang-kejang, dan terkilir. Tingginya jumlah potassium yang dikandungnya (0.24%) memfasilitasi pembuangan ampas dari tubuh. 15

Pisang menurunkan tekanan darah dan digunakan untuk penyembuhan beragam alergi. Potassium berfungsi bersama sodium, meningkatkan pertumbuhan sel dan otot, dan mengatur ekuilibrium air dan detak jantung. Setiap perubahan pada keseimbangan sodium-potassium dapat mandatangkan ketidakteraturan pada sistem kerja saraf dan otot. Itu sebabnya, orang harus menjaga ekuilibrium potassium tubuh. Di samping itu, kekurangan potassium dapat berakibat pada edema (penumpukan air berlebihan di suatu organ tubuh) dan menurunkan jumlah sirkulasi gula di dalam darah, maka keseimbangan ini perlu tetap dijaga.16

Pisang, yang kaya vitamin B6, juga memainkan peran penting dalam menggugah reaksi-reaksi unsur kimia dari protein dan asam amino, dan merupakan alat penting untuk menjaga otak berfungsi normal. Unsur-unsur kimiawi ini meningkatkan produksi sel darah merah, menjaga keseimbangan kimia dalam cairan tubuh, membantu produksi energi, dan memberikan kemampuan bertahan terhadap tekanan (stres). Karbohidrat berfungsi sebagai enzim penolong dalam proses metabolisme lemak dan protein. Selain itu, pisang menyembuhkan banyak jenis penyakit anemia (kekurangan sel darah merah dalam darah atau dalam kadar hemoglobin penderita), adalah instrumental dalam pembangunan sel dan otot, memelihara keseimbangan cairan tubuh, dan menyembuhkan penyakit-penyakit pada jantung. Sebaliknya, kekurangan vitamin B6 dapat mengakibatkan letih, mempengaruhi kemampuan berkonsentrasi seseorang, insomnia, anemia, penyakit kulit, dan lain-lain.17

Sang pencipta manusia telah menciptakan buah bermanfaat ini dan menjuruskan perhatian kita pada manfaatnya. Allah menegaskan bahwa Dia sudah memberikan kepada manusia apa saja yang diinginkan dan perlukan, dan telah mengingatkan mereka agar tidak bersekutu dengan mereka yang tidak bersyukur,

"Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." (Ibrahim [14]: 34)

2. Anggur

"Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu memperoleh buah-buahan yang banyak dan sebagian dari buah-buahan itu kamu makan." (al-Mu`minuun [23]: 19)

Anggur, yang bergizi tinggi dan kaya dengan beragam vitamin dan bahan-bahan metalik, merupakan satu jenis makanan penting. Sekitar 20-25% isinya adalah gula, yang dapat dengan cepat masuk ke dalam aliran darah. Karena itu, anggur baik untuk mereka yang banyak menggunakan kegiatan fisik dan mental, sebab ia menghilangkan rasa penat dan menggempur anemia. Banyak sekali kandungan besi dan gula di dalam buah anggur yang juga mempergiat produksi darah dan menjadi obat untuk untuk penderita-penderita liver, ginjal, dan sistem pencernaan. Anggur merangsang berfungsinya ginjal dan membantu mengeluarkan ampas-ampas tubuh seperti urea. Dengan mengeluarkan air yang berlebihan dari tubuh, anggur menurunkan tekanan darah. 18

Para penderita bisul (ulcer) perut, sakit mag, radang persendian, radang usus kecil, rematik, dan mereka yang keracunan, dianjurkan minum jus buah anggur. 19

Anggur juga menguatkan organ jantung, befaedah dalam menyembuhkan bronchitis dan batuk, serta meningkatkan kecantikan kulit karena anggur membersihkan darah. 20

Karena anggur meningkatkan produksi air susu, ibu-ibu yang menyusui dianjurkan minum jus buah anggur. Sejumlah unsur kimia yang terdapat dalam buah anggur dapat mengurangi kemungkinan terjangkit kanker kulit. 21

3. Delima

"Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma. Tanaman-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya yang bermacam-macam itu bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya);dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (al-An'aam [6]: 141)

Delima, sejenis buah lain yang disebutkan di dalam Al-Qur`an, mengandung potassium yang besar volumenya, selain dari mineral-mineral lain seperti fosfor, kalsium, besi, dan sodium, dan vitaman-vitamin A, B1, B2, B3, dan C. Bereaksi bersama sodium, potassium mengatur ekuilibrium air tubuh dan menjaga detak jantung agar tetap normal. Dengan memelihara keseimbangan kadar potassium-sodium, buah ini juga menunjang kepekaan saraf dan otot agar berfungsi secara teratur, mencegah edema, dan mengurangi kadar gula yang beredar di dalam darah. Delima menghilangkan rasa letih otot dan memungkinkannya bergerak dengan mudah,22 dan juga menguatkan jantung. 23

4. Zaitun

"Dialah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu mengembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman; zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." (an-Nahl [16]: 10-11)

Dari pengkajian para pakar, belum lama berselang, di ketahui bahwa zaitun tidak saja enak rasanya, tapi juga merupakan sumber makanan sehat. Kandungan asam linoleik yang terdapat dalam buah ini secara khusus sangat bermanfaat bagi ibu-ibu yang tengah menyusui anaknya. Kekurangan asam linoleik dapat mengurangi pertumbuhan bayi dan memperbesar potensi pada timbulnya beberapa penyakit kulit. Organisasi-organisasi kesehatan, termasuk WHO, menganjurkan penduduk yang bermukim dalam masyarakat yang tingkat penderita diabetes dan arterioclerosis (penebalan saluran urat darah) tinggi supaya mengonsumsi minyak zaitun yang mengandung paling kurang 30% asam linoleik. Hal ini telah menaikkan harga zaitun. 24

Manfaat zaitun tidak hanya terbatas pada asam linoleik. Misalnya, unsur klorin yang dikandungnya dapat meningkatkan fungsi liver lebih sempurna, sehingga dengan begitu memfasilitasi tubuh dalam mengeluarkan bahan buangan. Karena juga memberi sumbangan pada kerangka tubuh, zaitun dengan demikian membuat tubuh jadi kuat dan panjang usia. Unsur-unsur tersebut juga baik untuk serabut arteri otak. 25

Selain manfaat-manfaat yang sudah disebutkan itu, minyak zaitun adalah sumber penting bagi gizi manusia. Berbeda dengan mentega padat, minyak zaitun tidak meninggikan tingkat kolesterol di dalam darah; sebaliknya minyak ini tetap mengendalikannya. Karena itu, para dokter sangat menganjurkan pemakaian zaitun dalam hal masak-memasak. Sementara itu, apakah dalam keadaan panas atau dingin, minyak zaitun mengurangi jumlah asam pencernaan dan dengan demikian melindungi perut dari penyakit-penyakit radang usus dan sakit mag.26 Minyak zaitun juga membuat teraturnya gerakan kantong empedu. 27

Penelitian juga telah mengungkapkan bahwa minyak zaitun memiliki kemampuan tertentu untuk mencegah timbulnya penyakit urat darah koroner melalui pengurangan level LDL, sejenis kolesterol yang mengganggu kesehatan, sementara meninggikan tingkat kolesterol yang bermanfaat untuk kesehatan HDL di dalam darah. 28

Vitamin E, A, D, dan K dalam darah sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan kadar mineral dalam tubuh anak-anak dan orang dewasa. Ia memperkuat tulang-belulang dengan cara menstabilkan kalsium. Minyak zaitun merupakan unsur vital dalam membangun organisme-organisme tubuh. Unsur-unsur antioksidan semacam ini dan asam-asam lemak seperti asam linoleik, yang sangat penting bagi manusia, memperbanyak hormon dan sintesis membran sel-sel biologis. Karena vitamin-vitamin ini memperbaharui sel, mereka juga digunakan untuk mengatasi keluhan-keluhan yang terkait dengan usia seseorang dan perawatan kulit.

Karena vitamin memberi sumbangan pada pertumbuhan otak dan jaringan saraf bayi sebelum dan sesudah kelahiran, satu-satunya rekomendasi para spesialis kepada para ibu adalah minyak zaitun. Di samping memiliki satu peringkat asam linoleik yang sangat mirip tarafnya dengan ASI, minyak zaitun berfungsi sebagai sumber nutrisi alami seperti halnya ASI bila dicampur dengan susu sapi bebas lemak. Sebagai harta milik kesehatan yang penting, minyak zaitun, mujarab untuk mengatasi penyakit-penyakit jantung dan saluran darah. Sehubungan dengan segala kemanjuran dan kemanfaatan itu, minyak zaitun telah menarik perhatian para spesialis kesehatan dalam kurun tahun terakhir ini. 29

5. Kurma

"Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir." (ar-Ra'd [13]: 4)

Kurma, buah-buahan yang disebut dalam surah Maryam, pohonnya tumbuh di padang gersang bersuhu panas dan banyak manfaatnya. Allah mengindentifikasikan khasiat penyembuhan dari buah ini dengan menceritakan pada Maryam, yang sedang menghadapi persalinan, supaya makan daging buah kurma,

"Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: 'Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum, dan bersenang hatilah...." (Maryam [19]: 24-26)

Allah mempunyai maksud tertentu dengan menyeru kita untuk memperhatikan kurma. Dengan meneliti isi kandungan buah ini akan membuat kita lebih paham tentang maksud Ilahi itu. Kurma, dengan kandungan 50% gula, sungguh sangat bergizi karena daging buahnya terdiri atas fruktosa dan glukosa yang keduanya berkalori tinggi, dan mudah serta cepat dicerna.30 Kandungan gulanya menenangkan saraf yang gelisah serta memberikan rasa aman pada kejiwaan. Sudah pasti tiap persalinan selalu mengeluarkan banyak darah, yang dengan sendirinya jumlah gula darah yang tertumpah karenanya cukup banyak. Karena gula yang lenyap itu harus diganti, keterlibatan kurma, seperti pada persalinan Maryam, nyata benar manfaatnya sebagai tambahan. Kurma juga mengurangi tekanan darah. Meskipun daging sangat besar manfaatnya, tapi tidaklah sebanding dengan lebih besarnya manfaat kurma segar dalam segala hal. Mengonsumsi terlalu banyak daging, yang tak terbantahkan mengandung banyak protein, tidaklah mustahil pada saat yang sama dapat mengakibatkan keracunan. Jadi, makanan-makanan ringan seperti sayur-sayuran, buah-buahan, yang tentu saja mudah dicerna, hendaknya lebih menjadi pilihan.

Dalam cahaya ayat tadi, kita melihat kurma, khususnya, sungguh bermanfaat bagi wanita hamil dan ibu-ibu yang menyusui secara alami. Daging buah kurma meningkatkan kesehatan janin di dalam perut ibu, mencegah ibu dari rasa lemah, dan memperbanyak air susu bergizi tinggi. 31

Di saat yang sama, kurma segar memberikan manfaat besar kepada otak. Kurma, dengan kandungan 2.2% protein, juga berisi banyak jenis vitamin A, B1, dan B2. Protein-protein ini melindungi tubuh dari serangan penyakit dan infeksi, menunjang sel-sel tubuh memperbaharui diri, dan menyeimbangkan cairan-cairan tubuh. Vitamin A meningkatkan kemampuan pandangan mata dan kekuatan badan, juga kekuatan tulang dan gigi. Vitamin B1 memfasilitasi jaringan saraf berfungsi sehat sempurna, menunjang tubuh mengubah karbohidrat menjadi energi, mengatur selera makan dan pencernaan, serta memberdayakan metabolisme berasal dari protein dan lemak. Vitamin B2 memfasilitasi pembakaran protein-protein yang disebutkan tadi, karbohidrat, dan lemak yang diperlukan untuk penyedian energ dan pembaharuan sel.

Di samping semua ini, kurma juga mengandung banyak mineral yang esensial bagi tubuh (seperti potassium, sodium, kalsium, besi, mangan, dan tembaga). Bila potassium dan sodium bekerja bersamaan, mereka bertindak selaku pengatur ritme detak jantung. Dengan menfasillitasi pengalihan oksigen ke otak, potassium dapat memberdayakan pikiran jernih. Lebih jauh lagi, ia menyediakan kandungan alkali secukupnya pda cairan tubuh, merangsang ginjal mengeluarkan sampah-sampah racun metabolis, membantu menurunkan tekanan darah tinggi, dan menunjang pembentukan kulit sehat. 32

Menarik juga untuk dicatat, bahwa daging buah kurma secara khusus bermanfaat bagi mereka yang hidup dalam kawasan di mana kebun-kebun pepohonan ini tumbuh merata. Protein dan gula dari buah kurma merupakan sumber gizi yang paling utama bagi penduduk gurun pasir.


Air Susu Ibu (ASI)

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu." (Luqman [31]: 14)

Ayat ini menarik perhatian kita pada pentingnya pemberian ASI untuk bayi selama dua tahun. Sebagaimana diketahui, ASI adalah satu-satunya yang dibutuhkan setiap bayi. Pada saat kelahiran, Allah menempatkan setiap bayi di bawah perlindungan-Nya dan menyuguhkan kepadanya, laki atau perempuan, dengan satu minuman bergizi tinggi yang tidak ada bandingannya dengan jenis sumber air minum apa pun di luar itu.

Ini vital bagi sang bayi, sebab dari detik seorang bayi membuka mata melihat dunia, tubuhnya harus menyesuaikan diri dengan kehidupan baru. Untuk menunjang adaptasi ini, bayi haruslah dipelihara dan dibesarkan dengan sebaik-baik kemudahan yang ada.

ASI adalah sumber makanan paling sempurna dan meningkatkan daya tahan, baik bayi maupun ibu, terhadap serangan penyakit. Para dokter sepakat bahwa makanan bayi buatan manusia boleh digunakan hanya apabila ASI betul-betul tidak mencukupi dan bahwa bayi wajib diberikan air susu ibu, terutama sekali dalam bulan-bulan awal kelahirannya, karena tidak ada bahan makanan lainnya yang dapat sepenuhnya menggantikan ASI.

Juga merupakan satu keajaiban bahwa ASI, merujuk pada kualitas dan kepadatannya, diproduksi khusus dan unik, sesuai dengan kebutuhan bayi yang dilahirkan dari ibu yang melahirkannya. Sebagai contoh, ASI seorang ibu yang melahirkan bayi belum cukup usia (prematur) agak berbeda dengan ASI seorang ibu yang melahirkan dengan masa kehamilan cukup bulan.

ASI juga antibakteri. Cobalah simpan air susu sapi selama enam jam dalam suhu ruangan (bukan lemari pendingin), maka bakteri-bakteri akan mulai menggerogoti susu tersebut, hal yang tidak akan terjadi pada ASI. ASI yang sempurna, yang dapat dengan mudah dicerna bayi, tidak mungkin dapat disaingi oleh makanan bayi buatan manusia mana pun.

Sunday, 11 July 2010

Catatan Penting ISRA MI'RAJ

Ada dua faktor utama sebab timbulnya bid'ah, pertama akal, yang kedua perasaan. Dan kedua faktor tersebut satu dengan yang lainnya selalu saling menguatkan. Karena mudah dimengerti oleh akal lalu oleh perasaannya orang menganggap hal tersebut terasa pantas dan layak untuk dilakukan. Padahal ibadah merupakan bagian dari perkara ghaib yang wajib kita beriman kepada contoh Rasulullah SAW dalam mengamalkannya.

Aisyah ummul mukminin pernah menceritakan, bahwa pernah ada tiga orang sahabat yang sengaja meminta data-data tentang ibadah keseharian Rasulullah SAW kepada isteri-isteri beliau. Setelah itu mereka berkumpul di masjid dan mengevaluasi semua data yang mereka terima tersebut, lalu mereka memutuskan tiga sikap ; yang pertama menyatakan, bahwa ia akan melakukan shalat malam semalam untuk terus menerus sehingga rela mengorbankan waktu tidurnya. Adapun yang kedua menyatakan, bahwa ia akan shaum terus menerus. Dan yang terakhir memutuskan untuk tidak menikah karena khawatir akan terganggu konsentrasi ibadahnya. Lalu ketika Rasulullah SAW pulang, aku menceritakan semua kejadian tersebut dan ternyata beliau amat marah mendengar laporan tersebut sehingga beliau segera pergi ke masjid untuk menemui mereka. Beliau berkata "Apakah kalian menyatakan anu dan anu?! "mereka menjawab : "benar wahai Rasulullah, karena kami merasa tidak seperti keadaan engkau. Sungguh Allah telah mengampuni semua dosamu! sedangkan keadaan kami tidak demikian!" mendengar alasan mereka Rasulullah SAW marah lalu bersabda : "Sesungguhnya orang yang paling takwa dan mengetahui kepada Allah itu adalah aku!" (HR al-bukhary)

Dari riwayat di atas dapat kita ambil istidlal, bahwa untuk urusan ibadah, akal dan perasaan tidak dapat kita jadikan standar dan landasan untuk mengamalkannya. Karena baik menurut akal dan pantas menurut perasaan belum tentu baik dan benar menurut Rasulullah yang telah diberi SK oleh Allah untuk mengajarkan dan menyampaikan kembali cara ibadah yang Allah perintahkan.

Oleh karena itu setelah beliau pulang dari isra dan mi'raj-nya, beliau tidak melakukan shalat apapun, padahal dari peristiwa tersebut beliau telah mendapatkan tuntutan untuk mendirikan shalat yang lima waktu, mengapa demikian??

Ternyata alasannya satu, karena beliau belum mendapatkan penjelasan secara rinci menganai waktu dan cara shalat tersebut. Maka pada saat matahari tergelincir (waktu dzuhur), malaikat jibril datang menemui beliau dan mengajarkan shalat secara praktik yang lalu diikuti oleh Nabi dan beliau diikuti oleh orang-orang, dan begitu seterusnya sampai sempurna kelima waktunya diajarkan dan dicontohkan oleh malaikat jibril (Fathul Baari 2 : 5)

Oleh karenanya Nabi SAW secara diplomatis menyatakan : "Shalatlah kalian sebagaimana kalian mengethui aku shalat". Karena sesungguhnya aku tidak melakukannya karena akal dan perasaanku pribadi tetapi karena akupun iman terhadap wahyu yang aku terima. Dan akhirnya beliau menyatakan dengan tegas dan jelas "Siapa saja yang beramal (termasuk Nabi) yang tidak berdasarkan urusan kami (wahyu) maka pasti amalnya tertolak"

Tiga Sebab Munculnya Ekstremitas

Sifat tergesa pada manusia sering mencuat saat menginginkan tercapainya tujuan-tujuan besar


إِنَّ الدِّيْنَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّيْنُ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ فَسَدِّدُوْا وَقَارِبُوْا وَأَبْشِرُوْا - البخاري

“Sesungguhnya agama itu mudah. Dan tidaklah seseorang memberat-beratkan agama itu melainkan pasti ia (agama) akan mengalahkan orang itu. Maka bersikap lurus, moderat, dan sikapilah dengan gembira (lapang dada).” (Al-Bukhari)

Hadits di atas menegaskan kepada kita bahwa aslinya Islam adalah moderat dan jauh dari ekstremitas. Al-Qur’an dan Sunnah telah menggariskan segala sesuatu yang membuat manusia mencapai kebaikan, kebahagiaan, serta kejayaan dunia dan akhirat. Ada nash-nash yang amat rinci seperti penjelasan mengenai praktik ibadah mahdhah seperti shalat, puasa, zakat dan haji. Petunjuk untuk ibadah-ibadah seperti itu telah sangat gamblang dan lengkap. Hal lain yang diterangkan secara rinci adalah pembagian harta waris. Siapa yang berhak memperolah harta waris dan berapa bagian untuk masing-masing orang yang berhak itu.

Selain itu, ada pula petunjuk-petunjuk Islam yang bersifat global dan umum. Perinciannya diserahkan kepada ijtihad orang-orang yang berkompeten untuk itu. Yakni para ulama dengan kualifikasi tertentu. Petunjuk yang bersifat global ini banyak berkaitan dengan masalah-masalah muamalah, politik, budaya, dan lain sebagainya. Namun semua itu tidak lepas dari bingkai umum yang telah diberikan oleh Islam.

Tanpa standar itu maka akan terjadi bias dalam penilaian. Bisa saja karena seseorang tidak suka dengan cara temannya berislam –yang belum tentu salah– dicaplah dia sebagai ekstrem. Dan sebaliknya orang yang selalu mengambil pilihan yang sulit dan ‘keras’ akan menuduh orang yang berbeda dengan dirinya sebagai orang yang tidak komit, lembek, dan penakut. Jadi tidak ada Islam ekstrem, yang ada adalah muslim ekstrem. Ini ditegaskan pula oleh Rasulullah saw., “Binasalah mutanath-thi’un.” Beliau mengulangi kalimat itu sampai tiga kali. (Muslim)

Imam Nawawi, dalam kitabnya Riyadhush-Shalihin, menjelaskan kata ‘mutanath-thi’un’ yang ada dalam hadits itu: “Mutanath-thi’un adalah orang-orang yang mendalam-dalami (secara memaksakan diri) dan bersikap keras dalam hal yang tidak seharusnya keras.”

Mengapa muncul sikap memberat-beratkan diri sendiri dalam melaksanakan Islam? Banyak sebab, antara lain:

1. Memahami Syariat Islam secara parsial.

Pemahaman parsial tentang Islam (syariat Islam) mempunyai peran besar dalam memunculkan perilaku ekstrem. Syariat Islam Islam merupakan satu bangunan utuh yang satu komponen dengan lainnya saling menguatkan. Fondasinya akidah dan keimanan. Lantai pertamanya adalah akhlak dan perilaku. Ibadah-ibadah ritual (ta’abbudi) adalah lantai kedua. Lantai ketiganya adalah mu’amalat dengan segala cabangnya. Dan bangunan Islam tidak akan tegak kecuali dengan tegaknya bagian-bagian itu.

Syariat Islam bukanlah hanya berisikan hudud seperti hukum potong tangan, hukum rajam, atau hukum cambuk. Karenanya, dalam kacamata Islam, menegakkan syariat Islam bukan hanya menegakkan hudud itu. Terkait dengan hal ini, Dr. ‘Ali Juraisyah menegaskan, “Bukan hanya dengan hudud syariat Islam ditegakkan. Karena hudud hanyalah bagian dari hukum-hukum mu’amalah. Sedangkan mu’amalah merupakan lantai tiga atau empat dari bangunan syariat. Jadi semata-mata menegakkan hudud atau bahkan mu’amalat secara keseluruhan, sama dengan kita membangun lantai tiga atau empat tanpa lantai satu dan dua, dan tanpa fondasi. Lalu bagaimana bangunan itu akan berdiri tegak?”

Oleh karena itu, pandangan yang mengatakan bahwa Islam hanyalah mengatur urusan pribadi sama kelirunya dengan pandangan yang menyatakan bahwa jihad lebih penting dari shalat, atau sebaliknya. Dan sama salahnya dengan pandangan yang menyatakan bahwa “mendirikan” negara Islam atau Khilafah Islamiyyah adalah lebih penting dari membina akidah dan akhlak, atau sebaliknya. Karena kesemuanya itu adalah merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari integralitas Islam.

Dalam pembahasan iman kepada Allah, misalnya, ada bagian yang oleh para ulama diistilahkan dengan tauhidul-asma wash-shifat (mengesakan Allah dalam hal nama dan sifat-Nya). Dan tauhid ini merupakan bentuk ketiga tauhid. Yang pertama dan keduanya adalah tauhid rububiyyah dan tauhid uluhiyyah.

Dari situ jelas bahwa akidah bukan saja urusan tauhidul asma wash-shifat. Ia adalah merupakan bagian dari pembahasan iman kepada Allah. Dan iman kepada Allah adalah rukun pertama dari rukun iman. Dan selain mempunyai rukun, iman juga mempunyai cabang-cabang. Dalam urusan ibadah, shalat “hanyalah” satu dari rukun Islam. Dan rukun Islam adalah bagian asasi dari Islam dan bukanlah keseluruhan Islam. Di dalam Islam ada dzikir, ada ukhuwwah, ada khusyu, ada tawadhu’, ada jihad dan seterusnya.

2. Kedangkalan Ilmu.

Semangat saja belum cukup untuk membela Islam. Selain semangat harus ada ilmu. Akibat kedangkalan pemahaman dan tidak menguasai sendi-sendi hukum dalam Islam dapat pula memunculkan ekstremitas. Syaikh Yusuf Qardhawi –semoga Allah menjaganya– untuk menggambarkan hal itu dengan menggunakan istilah dha’ful-bashirati bihaqiqatid-din (lemahnya pemahaman tentang hakikat agama).

Lebih jelasnya beliau menyebutkan, “Yang saya maksudkan bukanlah kebodohan mutlak tentang agama. Kebodohan yang macam itu biasanya tidak memunculkan sikap ekstrem bahkan boleh jadi memunculkan sikap sebaliknya: tidak punya pegangan dan lumer. Yang saya maksudkan justru sepotong ilmu yang dengannya pemiliknya merasa sudah masuk ke dalam kelompok ulama.” (Lihat Ash-Shahwatul-Islamiyyah Bainal-Juhud Wat-Tatharruf, Dr. Yusuf Qardhawi, hal. 64.)

Dari kedangkalan ilmu pula dapat muncul perilaku mudah mengkafirkan orang lain. Pantaslah ilmu dan hujjah mutlak wajib dimiliki oleh para dai. Ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, “Katakanlah: ‘Inilah jalan (agama)-ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik’.” (Yusuf: 108)

3. Terburu Nafsu


Sifat tergesa-gesa pada manusia sering mencuat saat menginginkan tercapainya tujuan-tujuan besar. Baik terkait dengan dunia maupun akhirat. “Apabila untuk mencapainya mengambil jalan pintas dengan cara berlebihan dalam ketaatan dan ibadah sambil berkeyakinan bahwa manhaj Islam yang asli tidaklah cukup dan tidak akan mengantarkan kepada tujuan, maka ini jelas kesalahan besar. Dari sinilah berangkatnya sikap mengharamkan untuk dirinya hal-hal yang jelas-jelas mubah (boleh). Atau mewajibkan untuk dirinya ibadah-ibadah yang hukumnya sunnah,” Kata Dr. Muhammad Zuhaili.

“Hal itu diperburuk dengan sikap membenarkan hawa nafsunya dan merasa bangga dengan apa yang dilakukannya itu sembari beranggapan bahwa jalan yang ia tempuh adalah jalan yang benar. Ini biasanya juga diberangi dengan tudingan bahwa jalan yang ditempuh orang lain adalah jalan yang salah atau kurang,” imbuh Muhammad Zuhaili (Al-I’tidal Fit-tadayyun hal. 11-12).

Sikap isti’jal kerap muncul dan seringkali tampil sebagai ekstremitas. Tidak terkecuali di jalan dakwah. Ini bisa terjadi ketika cita-cita menegakkan kedaulatan Islam tidak dibarengi dengan kesabaran untuk menempuh perjalanan yang pernah ditempuh oleh Rasulullah saw. Dr. Sayyid Muhammad Nuh menggambarkan sikap isti’jal itu, “Ia ingin mengubah kondisi atau realita kehidupan kaum muslimin dalam waktu sekejap tanpa mempertimbangkan akibatnya, tanpa memperhatikan situasi dan kondisi, dan tanpa persiapan yang matang dengan segala uslub dan wasilahnya.” (Terapi Mental Aktivis Harakah, hal. 81)

Jadi, aslinya Islam itu mudah, adil, seimbang, dan wasath (moderat). Orang yang paling moderat adalah yang paling komitmen kepada seluruh ajaran Islam. Dan ekstremitas terjadi justru manakala orang meninggalkan Islam atau menyimpang dari pelaksanaan Islam yang digariskan oleh Rasulullah saw. Allahu A’lam.

Telaah Hadits Tanda-tanda Kiamat

“Wahai Rasulullah, kapan terjadi kiamat?” Rasulullah Saw. menjawab, “Yang ditanya tidaklah lebih tahu dari yang bertanya. Akan tetapi aku akan sampaikan ciri-cirinya. Jika seorang perempuan melahirkan majikannya. Itulah tanda kiamat. Dan jika orang tanpa alas kaki dan telanjang menjadi pemimpin, itulah di antara tandanya yang merupakan lima hal yang tidak mengetahuinya selain Allah. Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (H.R. Bukhari)

Tidak satu pun selain Allah yang mengetahui kapan persisnya terjadi hari kiamat. Siapa pun yang mengklaim mengetahui waktu terjadinya kiamat, pastilah bohongnya, meskipun dia mengemukakan hitungan-hitungan yang tampak ilmiah. Hal ini ditegaskan dalam Firman Allah Swt.
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ لا تَأْتِيكُمْ إِلا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Rabb-ku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’” (Q.S. Al-A’raf [7]: 187)

Meski kiamat tidak dapat diketahui pasti kedatangannya, namun sejauh yang dijelaskan dalam Al-Quran dan sunnah, kita wajib mengimani tanda-tandanya. Rasulullah Saw. dalam banyak hadits telah menyebutkan beberapa tanda kiamat shugra (kecil) yang sebagian besarnya berkisar pada kerusakan manusia di akhir zaman, munculnya fitnah-fitnah (bencana-bencana) di tengah mereka, dan jauhnya mereka dari petunjuk Allah serta jalan para Rasul.

Tentang kiamat shugra, terdapat banyak hadits shahih yang menjelaskan hal itu. Salah satu diantaranya adalah hadits yang memuat dialog antara Jibril dan Rasulullah Saw. seperti tersebut di atas.

Makna “perempuan melahirkan majikannya” dalam hadits tersebut di atas adalah durhakanya anak kepada ibunya. Sedangkan makna “jika orang tanpa alas kaki dan telanjang menjadi pemimpin”, sebagaimana dijelaskan ahli tafsir Al-Qurthubi, adalah terjadinya perubahan situasi yang membuat orang-orang dari desa (yang semula papa) memimpin negara dengan cara tiran, lalu harta mereka menjadi melimpah-ruah, serta obsesi mereka tidak lebih dari membangun gedung-gedung dan berbangga-bangga dengannya.”

Hadits lain, dari Anas Bin Malik (semoga Allah merihdoinya), menyampaikan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Kapan terjadi kiamat?” Rasulullah Saw. menjawab, “Jika amanah disia-siakan maka tunggulah kehancuran.” Ia bertanya, “Bagaimana menyia-nyiakan amanah itu?” Beliau menjawab, “Jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancuran.” (H.R. Bukhari)

Itulah hadits-hadits yang menerangkan bahwa terjadinya kiamat ditandai dengan kehancuran moral dan perilaku manusia. Di samping hadits-hadits yang disebut di atas, masih banyak lagi hadits-hadits shahih lainnya yang menyebutkan tanda-tanda lain kiamat yang muncul sebelum terjadinya kiamat.

Mengenai tanda-tanda kiamat kubra, sepuluh di antaranya telah disebutkan dalam beberapa hadits-hadits shahih seperti hadits Hudzaifah Bin Usaid Al-Ghifari yang mengatakan:

“Nabi Saw. datang kepada kami, sementara kami tengah berbincang-bincang. Beliau bertanya, ‘Apa yang sedang kalian perbincangkan?’ Mereka menjawab, ‘Kami sedang membicarakan masalah hari kiamat.’ Rasulullah Saw. berkata, ‘Sesungguhnya kiamat tidak akan terjadi hingga kalian –sebelumnya- melihat sepuluh tanda.’ Lalu beliau menyebut asap, dajjal, binatang, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa Bin Maryam, Ya’juj, Ma’juj dan terjadi tiga kegelapan: kegelapan di timur, kegelapan di barat, dan kegelapan di jazirah Arab. Dan akhir dari semua itu adalah keluarnya api dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat perhimpunannya.” (H.R. Muslim)

Berikut ini akan dijelaskan tanda-tanda paling penting dan paling masyhur menurut para ulama, terutama para pensyarah hadits.

1. Terbitnya matahari dari arah barat.

Dalam banyak hadits shahih disebutkan bahwa terbitnya matahari dari arah barat itu merupakan tanda pertama yang akan muncul. Abdullah Bin ‘Amr Bin Ash (semoga Allah meridhoinya) telah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

“Sesungguhnya tanda (kiamat) yang pertama keluar adalah terbitnya matahari dari barat dan keluarnya binatang kepada manusia di waktu pagi. (Tanda mana pun) yang datang lebih dulu (dari kedua tanda itu), maka yang belakangan itu datang tidak jauh dari yang pertama.” (H.R. Muslim dan Abu Dawud)

2. Munculnya binatang (dabbah).


Allah Swt. mengisyaratkan munculnya binatang ini dalam firman-Nya:
وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الأرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لا يُوقِنُونَ


“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (Q. S. An-Naml [27]: 82)

Berdasarkan banyak hadits, binatang yang dimaksud bukanlah binatang biasa yang kita kenal. Namun demikian, baik Al-Quran maupun sunnah tidak menjelaskan bentuk dan jenis binatang tersebut.

Penyebutan sifat-sifatnya dalam beberapa kitab didasarkan pada riwayat-riwayat yang tidak sampai pada derajat shahih dan kita tidak dibebani untuk mengetahui sifat-sifat binatang itu. Cukuplah untuk kita berpegang pada nash Al-Quran dan hadits yang shahih yang menginformasikan bahwa keluarnya binatang itu merupakan salah satu tanda datangnya kiamat.

3. Munculnya Dajjal.

Di antara tanda-tanda datangnya kiamat adalah munculnya “seseorang” yang disebut Dajjal. Tentang Dajjal ini, ada sejumlah hadits shahih yang di antaranya disampaikan oleh ‘Abdullah Bin ‘Umar (semoga Allah meridhoinya) yang mengatakan:

“Rasulullah Saw. berdiri di hadapan orang-orang, lalu memuji Allah sebagaimana layaknya, kemudian ia menyebut-nyebut Dajjal seraya mengatakan, ‘Sesungguhnya aku ingin mengingatkan kalian tentang Dajjal, dan tidak ada seorang nabi pun melainkan pasti ia mengingatkan kaumnya tentang itu. Tapi aku akan mengatakan apa yang tidak dikatakan oleh nabi mana pun kepada kaumnya: bahwa Dajjal itu picak (bermata satu) dan bahwa Allah tidaklah picak.’” (H.R. Bukhari dan Muslim)

4. Turunnya Nabi Isa As.

Allah Swt. Berfirman:
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا


“Dan karena ucapan mereka: ‘Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah’, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.’” (Q.S. An-Nisa’a [4]:157)

Hadits-hadits shahih menunjukkan bahwa Nabi Isa a.s. akan turun di akhir zaman, menjelang kiamat, selagi ada Dajjal, lalu Beliau membunuhnya, memberlakukan hukum Islam, dan menghidupkan hukum-hukum Islam yang ditinggalkan manusia. Kemudian ia hidup di bumi dalam waktu yang Allah kehendaki, kemudian ia mati dan kaum muslim menyalatkan serta menguburkannya.

Dalam keterangan yang lain, Rasulullah Saw. juga pernah bersabda:

“Demi Dzat yang diriku ada di tangan-Nya, hampir tiba masanya di mana Isa bin Maryam turun dengan membawa hukum yang adil, lalu ia menghancurkan salib, membunuh babi, menghapuskan pajak, melimpah-ruahkankan harta hingga tidak ada seorang pun yang mau menerimanya. Hingga satu kali sujud lebih baik dari dunia dengan segala isinya.” (H.R. Muttafaq ‘alalih)

Al-Qadhi ‘Iyadh mengatakan,

“Turunnya Nabi Isa a.s. dan bahwa ia membunuh dajjal dalam pandangan Ahlus-Sunnah adalah kebenaran karena ditopang oleh dalil-dalil shahih. Dan akal maupun syari’at tidak punya alasan untuk menampiknya.” (Syarah Imam Nawawi ‘Ala Shahih Muslim juz 18 hal. 75-76.)

5. Munculnya Ya’juj dan Ma’juj.

Firman-Nya,
حَتَّى إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ (٩٦)وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ


“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.” (Q.S. Al-Anbiya’a [21]: 96-97)

Rasulullah Saw. bersabda,

“Tiada Tuhan selain Allah, celakalah orang Arab oleh keburukan yang telah mendekat. Pada hari ini telah dibuka benteng Ya’juj dan Ma’juj, seperti ini –sambil Beliau melingkarkan ibu jari dengan telunjuk.” Zainab berkata, “Ya Rasulullah, akankah kami dibinasakan padahal di tengah-tengah kami banyak orang saleh?” Rasulullah Saw. menjawab, “Ya, jika banyak kotoran-kotoran.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Sabda Rasulullah Saw. yang lain:

“Dan Allah akan membangkitkan Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari setiap tempat yang tinggi. Lalu barisan paling depan dari mereka lewat ke sebuah danau lalu meminum air yang ada di dalamnya. Dan bagian belakang mereka lewat kemudian mengatakan, ‘Dulunya di danau ini penuh dengan air.’” (H.R. Muslim)

Setelah itu semua, kita wajib mengimani segala yang terjadi di hari terakhir dari kehidupan dunia dan permulaan yaumul-akhir sebagaimana yang Allah informasikan dalam Al-Quran terutama dalam surah At-Takwir dan Al-Infithar.

Semua ayat-ayat itu menjelaskan bahwa hari akhir bermula dengan terjadinya perubahan secara menyeluruh dalam alam semesta ini: langit terbelah, bintang-bintang berhamburan, planet-planet bertabrakan, bumi luluh-lantah dan kembali menjadi hamparan yang gersang, gunung-gunung menjadi bagaikan tumpukan pasir yang berhamburan, segala sesuatu menjadi rusak, serta segala yang diketahui manusia di dunia ini menjadi hancur. Allah Swt. berfirman:
يَوْمَ تُبَدَّلُ الأرْضُ غَيْرَ الأرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ


“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” (Q.S. Ibrahim [14]: 48)

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Allah menggenggam bumi dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya, kemudian Dia mengatakan, ‘Akulah Raja. Mana raja-raja bumi?” (H.R. Bukhari)

Semoga kita termasuk dalam kelompok orang-orang beriman di padang maksyar segera setelah kiamat terjadi. Amin. Wallahu a’lam.

Saturday, 10 July 2010

Jadikan Al Quran Bagian Dari Kesibukan Kita

Al Quran merupakan barometer dari Ummat Islam, maju dan mundurnya agama ini tergantung sejauh mana perhatian terhadap Al Quran. Dalam hadits nabi dikatakan "Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat suatu kaum dengan Al Quran dan menurunkan derajat suatu kaum juga dengan Al Quran". Olehnya itu perlu ada perhatian yang lebih banyak terhadap Al Quran mulai dari bacaan, hafalan, pemahaman dan pengamalan.

Badan ini akan membantu dan memudahkan untuk menghafal Al Quran dengan menggunakan sistem dan metode yang disesuaikan bagi semua kalangan dengan pembinaan secara intensif dari para pembimbing yang telah hafal Al Quran.

Fenomena yang selama ini banyak kendala di tengah masyarakat dalam menghafal karena kendala kesibukan. “Sebagai tanda perhatian terhadap Al Qur’an mesti ada waktu khusus dalam sehari untuk Al Qur’an dan bahkan menjadikan Al Quran bagian dari kesibukan sehari-hari,”

Perhatian terhadap Al Quran juga didasari dari hadis Rasulullah “Sebaik-baik diantara kalian adalah yang belajar Al Quran dan Mengajarkannya” dan derajat kita kelak di Akhirat adalah sejauh mana tingkat bacaan Al Quran yang dimiliki.
Mudah-mudahan Al Quran bisa kita jadikan bagian dari kesibukan kita, jangan sampai Al Quran hanya sebagai sampingan bagi kita.

Friday, 9 July 2010

Pertanyaan Imam Ghazali Kepada Murid-muridnya

IMAM Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya: “ Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?” Masing-masing muridnya, menjawab: guru, teman, kaum kerabat, isteri atau suami. Imam Ghazali, berkata: ‘Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah mati. Sebab itu janji Allah, bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surat Ali-Imran :185).


Imam Ghazali bertanya lagi: “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini? Masing-masing menjawab, bulan, bintang dan matahari. Imam Ghazali membenarkan semua jawaban itu lalu berkata: yang paling tepat ialah masa lalu. Dengan apapun kemudahan kita, manusia tidak bisa kembali kepada masa lalu. Sebab itu kita perlu menjaga dengan teliti hari ini, esok dan akan datang dengan perbuatan yang dituntut agama Islam.”
Bertanya lagi Imam Ghazali : “Apa yang paling besar di dunia ini?” Berbagai jawaban yang munasabah diterima daripada anak muridnya dan ia membenarkannya, namun berkata, jawaban paling tepat ialah hawa nafsu (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.”

Imam Ghazali bertanya lagi: “Apa yang paling berat di dunia ini?” Anak muridnya menjawab dan Imam Ghazali mengiyakan, namun berkata: “Perkara yang paling berat di dunia ialah memegang amanah (Surat Al-Azab : 72). Tumbuh-tumbuhan, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.

Imam Ghazali bertanya: “Apakah perkara yang paling ringan di dunia ini?” Beliau menerima jawaban dan berkata: “Semua jawaban kamu itu benar, tetapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah meninggalkan sholat. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat.”

Imam Ghazali bertanya, “Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?” Murid-Murid dengan serentak menjawab: “Pedang”. Imam Ghazali membenarkan jawaban itu, namun berkata: “Paling tajam ialah lidah manusia karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukakan perasaan orang lain.”

Itulah sejumlah pertanyaan dan jawaban yang di lontarkan Imam Ghazali kepada murid-muridnya, mudah-mudahan kita bisa memahami apa yang telah kita baca ini, dan membuat kita lebih baik lagi.

Penjagaan Allah Kepada Yang Beriman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS.Muhammad [47] : 7)

Allah swt telah menjamin penjagaan terhadap orang-orang yang beriman dan membela mereka sebagaimana dinyatakan di banyak tempat (kisah) dalam Al Qur’an.

Diantara kisah – kisah dalam Al Qur’an diantaranya adalah disebutkan dalam surat Al Kahfi tentang beberapa kisah seperti Kisah Ashhabul Kahfi, para pemuda yang beriman pada zaman Romawi yang belum memeluk agama apa-pun-animsme adalah sebagai agama mereka.

Akan tetapi, Allah member petunjuk kepada mereka agar mencari tempat perlindungan di sebuah gua (kahfi) yang jauh dari kota. Hal itu dilakukan bukan untuk melarikan diri dari kenyataan dan dari para penguasa yang zalim, tapi agar mereka dapat beribadah kepada Allah tanpa ada yang menghalangi.

Allah swt dengan rahmatNya telah menghalangi pendengaran mereka dan membuat mereka tertidur selama kurang lebih tiga abad, yaitu pada kurun waktu sirnanya hukum kafir dan animis, dan telah tiba masa hukum yang menghormati dan memuliakan para pengikut agama tauhid. Agar kisah ini tetap terjaga hingga generasi-generasi yang beriman kelak yang mengandung banyak pelajaran dan hikmah.

Sedikit kita melihat pada kehidupan kita sehari-hari, bagaimana penjagaan Allah swt terhadap orang-orang yang beriman. Mungkin anda pernah terjatuh sewaktu mengendarai sepeda motor hingga lutut anda lecet-lecet. Padahal anda sudah sangat berhati-hati, doa berpergianpun tak pernah lupa dan kondisi kendaraan pun layak untuk dipakai. Akan tetapi anda masih terjatuh karena terserempet kendaraan lain.

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ


diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah [2]:216)

Tahukah bisa jadi itu adalah bentuk penjagaan Allah swt dari kecelakaan yang lebih besar. Seperti sepasang suami istri yang merindukan kehadiran seorang anak dalam kehidupan mereka, namun setelah sepuluh tahun menikah dan dianugrahi seorang anak namun ternyata tak lama anak tersebut meninggal dunia, bisa jadi itu merupakan bentuk penjagaan Allah swt.

Dalam sebuah kisah seorang anak kecil dibunuh oleh Khidir tanpa ada sebab, sebagaimana yang diduga oleh Musa a.s. ketika dia menyangkal Khidir.

فَانْطَلَقَا حَتَّى إِذَا لَقِيَا غُلامًا فَقَتَلَهُ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةً بِغَيْرِ نَفْسٍ لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا نُكْرًا

“Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang munkar,” (QS Al Kahfi [18]: 74)

Kemudian dia memberitahu Musa bahwa anak ini telah diketahui Allah dengan ilmuNya terhadap yang ghaib, bahwa saat dia menginjak dewasa akan menjadi orang lalim dan kejam, dia akan menyiksa kedua oangtuanya. Untuk menjaga kemashalatan kedua orangtuanya itu, Allah berkehendak melindungi keduanya dengan menyelamatkan mereka dari anak tersebut:

وَأَمَّا الْغُلامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا -فَأَرَدْنَا أَنْ يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا


“Dan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).” (Q.S Al Kahfi [18]: 80-81).

Walaupun yang tampak pada lahirnya dia adalah anak kecil yang bebas, dan hal ini membuat sedih kedua orangtuanya, tetapi itu lebih baik bagi keduanya tanpa mereka berdua mengetahuinya. Dalam kisah ini, sesuatu yang dapat diambil adalah bahwa Allah akan memberikan sebuah penjagaan kepada siapa saja yang beriman kepada Allah swt. Dan Allah tidak harus menunggu pesetujuan kita untuk melakukan ini, itu karena Allah Maha tau apa yang terbaik untuk kita.

Allah akan menjaga setiap hamba yang menjaga dirinya. Ketika anda berpakaian sopan menutup aurat maka anda sudah menjaga diri anda dari pandangan nafsu yang bisa membahayakan diri anda. Ketika anda menjaga perkataan dalam berucap maka Allah akan melindungi dari tajamnya lidah. Jika anda menjaga cinta yang ada dalam hati yaitu cinta kepada Sang Khaliq, maka Allah akan menjaga cinta itu tetap tumbuh subur dalam diri anda.

Penjagaan Allah teramat indah, pada waktu dan cara yang begitu menakjubkan. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan penjagaan Allah swt. Selalu dan seterusnya. Amin. Wallahu a’lam bishawab.

Piala Dunia VS Piala Akhirat

Baru-baru ini kita sudah menyaksikan piala dunia yang menyerang keseluruh penduduk penjuru dunia, bukan demam karena nyamuk atau virus, tetapi demam karena piala dunia. Kalau mbah surip berkata "bangun tidur, tidur lagi, kini dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi talk about "Piala Dunia".

Apabila melaihat status di facebook atau twitter, tengah malam selalu ada yang mengupdate yang tidak lain adalah tentang piala dunia. Hebat bener piala dunia, bagaimana dengan piala Ahirat????
Alarm berbunyi setiap pukul 01.00 dini hari, tapi ketika bangun cepat-cepat ambil remot TV lalu nongkrong di depan TV, tanpa ada rasa ngantuk sedikitpun, great, hebatnya bener piala dunia, padahal siapa yang dapat piala dunia????? apakah kita yang menontonnya?????

Artikel ini bukan melarang kalian yang suka nonton piala dunia, tidak sama sekali, hanya mengingatkan saja jangan sampai piala dunia mengalahkan piala akhirat. OK. Jangan sampai alarm sudah terpasang, tepat pukul 01.00 teng berbunyi membangunkan diri yang terlelap dari tidur hanya untuk menonton sepak bola, dan seketika langsung terbangun, lempar selimut dan nyalain TV, dengan penuh rasa takut pertandingan sudah mulai dan ketinggalan jika gol di detik detik awal terjadi, sampai lupa cuci muka langsung duduk manis didepan TV, ditemani teh hangat dan sebungkus kacang , kemudian bisa jadi LUPA dengan tahajud.
Sekali lagi hebat banget piala dunia, dan jika itu terjadi kita benar-benar sudah memberikan kemenangan kepada dunia. Padahal yang seharusnya alarm itu ditujukan untuk membangunkan kita qiyamul lail, membasuh wajah dengan wudhu, menggelar sajadah, mengenakan mukena dan menghadirkan jiwa kita pada ALLAH swt. Bukan untuk menonton tim kesebelasan Negara favorit berlaga.

Kita tidak boleh kalah sama ramenya piala dunia, kita tetep harus mempertahankan piala akhirat, yang tentu saja menjadi prioritas utama kita. Namun, apakah semenjak adanya piala dunia shalat malam kita tetep khusyu? Seseorang berkata kepada saya, katanya semenjak ada piala dunia ini shalat malam menjadi tidak khusyu, kesunyian malam yang biasanya digunakan untuk untuk bermesraan dengan Allah swt kini terganggu oleh tiupan terompet supporter dari bumi Afrika, dua rakaat tahajud merasa sudah cukup karena nanti akan disambung lagi pada waktu jeda istirahat, tapi itupun tak dilakukan untuk shalat karena perut teriak kelaparan dan minta diisi, jadinya lewat lagi tahajud, mengaji yang biasa dilakukan jelang subuh kini lalai karena pertandingan belum usai juga dan rasa penasaran terus membayangi kalau nggak nonton sampai selesai.

Jadi bagaimana solusinya?

Mari kita renungkan ayat dari QS.As Sajdah (32) :

وَلَوْ تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ (١٢)وَلَوْ شِئْنَا لآتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلَكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (١٣)فَذُوقُوا بِمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا إِنَّا نَسِينَاكُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (١٤)إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ (١٥)تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (١٦)فَلا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ



12. Dan, jika Sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan Kami, Kami telah melihat dan mendengar, Maka kembalikanlah Kami (ke dunia), Kami akan mengerjakan amal saleh, Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang yakin."
13. dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap- tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah Perkataan dari padaKu: "Sesungguhnya akan aku penuhi neraka Jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama."
14. Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan Pertemuan dengan harimu ini. Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan.
15. Sesungguhnya orang yang benar benar percaya kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud[1192] seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.
16. lambung mereka jauh dari tempat tidurnya[1193] dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan.
17. tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai Balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.

[1192] Maksudnya mereka sujud kepada Allah serta khusyuk. Disunahkan mengerjakan sujud tilawah apabila membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah yang seperti ini.
[1193] Maksudnya mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur untuk mengerjakan shalat malam.

Seperti halnya janji-janji Allah bahwa, nikmat yang menanti di akhirat, kekal dan indah hingga kita melupakan keindahan yang ada di dunia. Nonton bola ok, tapi shalat malam dan ibadah lainnya juga harus ok. Jika piala dunia menghasilkan kebahagiaan yang luar biasa meskipun kita tidak mendapatkannya langsung, bagaimana dengan piala akhirat yang menanti kita, dimana kita bisa merasakannya langsung.

Sungguh Dahsyat!!! Tapi biasanya kalau sudah falling in love sama ALLAH jadi gak minat nonton bolanya karena keasyikkan dzikir, keasyikkan shalat, keasyikan mengaji, sungguh ALLAH tidak pernah dusta bahwa dalam hati tidak bisa terisi kebaikan dan ketidak baikan bersama sama, kan gak bisa tahajud sambil nonton bola, atau nonton bola sambil tahajud.

Vaksin Meningitis Kembali Menjadi Sorotan Publik

Menteri Agama Suryadharma Ali sebagaimana dilansir situs antara mengimbau semua calon haji untuk bersedia diberi vaksin meningitis, karena pemerintah Arab Saudi mewajibkan hal itu. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta Kamis 08/07.

Suryadharma Ali mengaku ada penolakan vaksin itu karena diklasifikasikan haram lantaran dibuat menggunakan enzim babi. Menurut dia, jemaah yang menolak harus berani menanggung risikonya, karena bisa saja pemerintah Arab menolak kedatangan peserta ibadah haji yang belum mendapat vaksin meningitis.

Solusi mengatasi masalah ini adalah dengan membuat vaksin sendiri yang terbebas dari unsure haram. Namun hal itu bukan menjadi kewenangan Kementerian Agama untuk menjelaskan persoalan ini. Sebab, menurutnya, untuk membuat vaksin butuh waktu lama dan uji klinis secara bertahap yang harus dipertanggungjawabkan.

Jadi, dalam kaitan ini harus dilihat aspek positifnya saja, yaitu ketika tak ada pilihan lain dan dalam keadaan mendesak, hal itu bisa saja dilakukan.

Sikap Dewan Hisbah PP Persis

PP PERSIS sendiri telah membahas soal Vaksin meningitisi dengan mengundang PT GlaxoSmithKline Beecham Pharmaceuticals (GSK), perusaahaan yang menawarkan Vaksin Mencevax ACWY formula baru dari Belgia. Melalui cabangnya di Indonesia yang diwakili oleh Indrawati Taurus, Vacine dan Hellen Widjaya serta direktur penelitian dan pengembangan Biofarma Drs. H. Iskandar, mereka hadir memenuhi undangan PP PERSIS, di Kantor Viaduct Jl. Perintis Kemerdekaan 2 Bandung, Senin 15Juni 2009.

Melalui pertemuan tersebut, PT GSK menegaskan bahwa Vaksin meningitis Mencevax formula baru sejak akhir tahun 2008 proses pembuatannya tidak lagi bersentuhan dengan unsur babi. Akan tetapi, Mencevax Formula baru mengambil bahan (Working Seed) dari Mencevax sebelumnya, yang mengandung unsur babi.

Hasil dari pertemuan ini, Dewan Hisbah PP PERSIS yang diketuai oleh K.H. Usman solehudin langsung mengadakan Sidang Dewan Hisbah Terbatas hari itu juga, 15 juni 2009. Dari sidang terbatas ini menghasilkan dua Istimbath (kesimpulan). pertama, Vaksinasi yang mengandung unsur haram hukumnya haram; kedua, Dalam keadaan darurat atau diperlukan diperbolehkan.

Dua poin tersebut berdasarkan beberapa ayat diantaranya terdapat pada surat albaqarah ayat 173, “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Wawan Shofwan Solehudin menegaskan bahwa vaksin meningitis, meskipun telah hilang unsur babinya karena melalui proses yang cukup hebat seperti apa yang dijelaskan PT GSK, tetapi kemudian dijadikan komoditi yang menguntungkan maka hukumnya tetap haram. Wawan Sofwan Solehudin sebagaimnana dilansir situs alhikmahonline mengaku khawatir hal ini dimanfaatkan pihak tertentu sebagai ajang bisnis yang menguntungkan.

Berdasarkan hadits Rasul bahwa ada sahabat yang bertanya “wahai Rasulullah,’Apa yang anda lihat lemak-lemak bangkai, karena itu hanya dipergunakan melamur perahu mewangikan kulit-kulit dan digunakan penerangan oleh orang-orang?’ Beliau menjawab,’Tidak, tetap dia itu haram. Rasulullah saw. bersabda lagi, ‘Allah membinasakan Yahudi, sesungguhnya Allah telah mengharamkan lemak-lemak, mereka mengolahnya kemudian menjualnya lalu memakan harganya. (HR Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu menurut Wawan Sh, wajib bagi kaum muslimin untuk terus berusaha semaksimal mungkin agar benar-benar terbebas dari keraguan. Dan bagi yang berkompeten dalam bidang ini, tambah Wawan, jika tidak berusaha maksimal berarti dia berdosa.

Thursday, 8 July 2010

Janji Kemenangan Islam Kapan Terwujud?

Oleh A Ilyas Ismail

Meskipun banyak problem yang dihadapi umat, banyak pakar merasa optimistis tentang masa depan Islam. Sayyid Quthb, tokoh pergerakan Islam, sangat yakin dan optimistis bahwa umat Islam akan meraih kebangkitan dan kemenangan pada masa mendatang. Ia menulis buku yang cukup terkenal dan berjudul al-Mustaqbal li Hadza al-Din (Masa Depan Milik Agama [Islam] Ini).

Seperti Sayyid Quthb; ulama besar dunia, Yusuf al-Qaradhawi, juga memiliki optimistis yang sama. Hal ini dapat dibaca dalam dua bukunya, al-Islam Hadharat al-Ghadd (Islam Peradaban Masa Depan) dan al-Mubasysyirat bi Intishar al-Islam (Kabar Gembira tentang Kemenangan Islam).

Dalam buku yang terakhir ini, al-Qaradhawi menunjukkan fakta-fakta yang sangat kuat tentang janji kemenangan Islam, baik berdasar Alquran, sunah, fakta sejarah, dan hukum-hukum sejarah (sunnatullah). Dalam Alquran, begitu banyak janji kemenangan itu, antara lain, keunggulan Islam (QS Attaubah [9]: 32), kekuasaan secara politik (QS Annur [24]: 55), dan kemenangan bagi para pejuang Islam (QS Alhajj [22]: 40-41).

Dalam hadis, diterangkan bahwa pada suatu hari, umat Islam akan mengalahkan musuh-musuh mereka, terutama orang-orang Yahudi. Pada hari itu, orang-orang Yahudi akan lari terbirit-birit dan bersembunyi di balik pepohonan dan bebatuan, tetapi mereka tidak dapat melepaskan diri dari kejaran kaum Muslim (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam sejarah, umat Islam telah menunjukkan keperkasaannya mengalahkan semua kekuatan yang ada pada waktu itu, baik di timur maupun di barat. Umat Islam, kata al-Qaradhawi, keluar sebagai pemenang dalam perang melawan kaum murtad, perang melawan bangsa Tartar, perang melawan kaum salib, dan perang melawan penjajahan Barat (perang kemerdekaan).

Kemenangan itu memang diputar dan digilir oleh Allah SWT. Pada masa lalu, kemenangan di tangan Islam bergeser dan berpindah ke Barat. Sekarang, kita harus merebut kembali kemenangan itu. Tentu saja, direbut dengan perjuangan, kerja keras, kerja cerdas, serta izin dan pertolongan dari Allah SWT.

Tanda-tanda kemenangan itu dimulai dengan perkembangan Islam di negeri-negeri Barat, bangkitnya pemuda Islam dan pergerakan Islam, hingga makin gencarnya serangan dari musuh-musuh Islam terhadap para pejuang Islam lantaran mereka takut dan cemas dengan kebangkitan Islam.

Lalu, kapan janji kemenangan itu terjadi? Rasulullah dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata,"Bilakah datangnya pertolongan Allah? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (QS Albaqarah [2]: 214). Wallahu a'lam.

Wednesday, 7 July 2010

Makanan Penuh Hikmah, Banyak Disebut Dalam Al-Qur'an

Inilah kehebatan buah kurma, buah yang seringkali disebut dalam-ayat-ayat Al-Qur'an. Mengapa ?
Allah mempunyai maksud tertentu dengan menyeru kita untuk memperhatikan kurma. Dengan meneliti isi kandungan buah ini akan membuat kita lebih paham tentang maksud Ilahi itu. Kurma, dengan kandungan 50% gula, sungguh sangat bergizi karena daging buahnya terdiri atas fruktosa dan glukosa yang keduanya berkalori tinggi, dan mudah serta cepat dicerna.30 Kandungan gulanya menenangkan saraf yang gelisah serta memberikan rasa aman pada kejiwaan.

"Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir." (ar-Ra'd [13]: 4)

Kurma, buah-buahan yang disebut dalam surah Maryam, pohonnya tumbuh di padang gersang bersuhu panas dan banyak manfaatnya. Allah mengindentifikasikan khasiat penyembuhan dari buah ini dengan menceritakan pada Maryam, yang sedang menghadapi persalinan, supaya makan daging buah kurma,

"Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: 'Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum, dan bersenang hatilah...." (Maryam [19]: 24-26)

Allah mempunyai maksud tertentu dengan menyeru kita untuk memperhatikan kurma. Dengan meneliti isi kandungan buah ini akan membuat kita lebih paham tentang maksud Ilahi itu. Kurma, dengan kandungan 50% gula, sungguh sangat bergizi karena daging buahnya terdiri atas fruktosa dan glukosa yang keduanya berkalori tinggi, dan mudah serta cepat dicerna.30 Kandungan gulanya menenangkan saraf yang gelisah serta memberikan rasa aman pada kejiwaan. Sudah pasti tiap persalinan selalu mengeluarkan banyak darah, yang dengan sendirinya jumlah gula darah yang tertumpah karenanya cukup banyak. Karena gula yang lenyap itu harus diganti, keterlibatan kurma, seperti pada persalinan Maryam, nyata benar manfaatnya sebagai tambahan. Kurma juga mengurangi tekanan darah. Meskipun daging sangat besar manfaatnya, tapi tidaklah sebanding dengan lebih besarnya manfaat kurma segar dalam segala hal. Mengonsumsi terlalu banyak daging, yang tak terbantahkan mengandung banyak protein, tidaklah mustahil pada saat yang sama dapat mengakibatkan keracunan. Jadi, makanan-makanan ringan seperti sayur-sayuran, buah-buahan, yang tentu saja mudah dicerna, hendaknya lebih menjadi pilihan.

Dalam cahaya ayat tadi, kita melihat kurma, khususnya, sungguh bermanfaat bagi wanita hamil dan ibu-ibu yang menyusui secara alami. Daging buah kurma meningkatkan kesehatan janin di dalam perut ibu, mencegah ibu dari rasa lemah, dan memperbanyak air susu bergizi tinggi. 31

Di saat yang sama, kurma segar memberikan manfaat besar kepada otak. Kurma, dengan kandungan 2.2% protein, juga berisi banyak jenis vitamin A, B1, dan B2. Protein-protein ini melindungi tubuh dari serangan penyakit dan infeksi, menunjang sel-sel tubuh memperbaharui diri, dan menyeimbangkan cairan-cairan tubuh. Vitamin A meningkatkan kemampuan pandangan mata dan kekuatan badan, juga kekuatan tulang dan gigi. Vitamin B1 memfasilitasi jaringan saraf berfungsi sehat sempurna, menunjang tubuh mengubah karbohidrat menjadi energi, mengatur selera makan dan pencernaan, serta memberdayakan metabolisme berasal dari protein dan lemak. Vitamin B2 memfasilitasi pembakaran protein-protein yang disebutkan tadi, karbohidrat, dan lemak yang diperlukan untuk penyedian energ dan pembaharuan sel.

Di samping semua ini, kurma juga mengandung banyak mineral yang esensial bagi tubuh (seperti potassium, sodium, kalsium, besi, mangan, dan tembaga). Bila potassium dan sodium bekerja bersamaan, mereka bertindak selaku pengatur ritme detak jantung. Dengan menfasillitasi pengalihan oksigen ke otak, potassium dapat memberdayakan pikiran jernih. Lebih jauh lagi, ia menyediakan kandungan alkali secukupnya pda cairan tubuh, merangsang ginjal mengeluarkan sampah-sampah racun metabolis, membantu menurunkan tekanan darah tinggi, dan menunjang pembentukan kulit sehat. 32

Menarik juga untuk dicatat, bahwa daging buah kurma secara khusus bermanfaat bagi mereka yang hidup dalam kawasan di mana kebun-kebun pepohonan ini tumbuh merata. Protein dan gula dari buah kurma merupakan sumber gizi yang paling utama bagi penduduk gurun pasir.

Kedahsyatan efek berbaik sangka



Oleh Ustaz Muhammad Arifin Ilham

Selain doa dan ikhtiar, ada amalan lain yang juga bisa mengantarkan proses 'perubahan takdir'. Amalan itu adalah amalan hati, yaitu selalu berbaik sangka (husnuzhan) dengan semua keputusan Allah SWT. Berbaik sangka merupakan produk dari olahan kekuatan iman. Tidak mungkin seseorang memiliki kemuliaan akhlak berupa husnuzhan, jika tidak yakin dengan segala sesuatu yang sudah diputuskan Allah.

Seseorang yang mengaku beriman sadar benar bahwa dari setiap peristiwa maka Allah telah mentransformasikan mutiara hikmah untuk manusia. Yakni, sesuatu yang berharga yang hilang milik orang beriman (al-Hikmatu zhalatul mu'minin). Artinya, kejadian yang menimpa kita, pasti ada kadar atau nilai berharga yang sudah dipersiapkan untuk kita. Namun, sementara ini belum ditemukan. Karena itulah, kata Imam Ali karramallahu wajhah, ''Jika kita menemukannya, segeralah diambil; fain wajadaha akhadzaha.''

Pertanyaannya, bagaimana bisa mengambil barang berharga itu, sementara kita sulit untuk mendeteksinya. Di sinilah peranan amalan hati, yaitu husnuzhan. Jika kita mempersangkakan bahwa ada banyak kebaikan yang telah Allah sediakan untuk kita dari takdir-Nya itu, akan benarlah persangkaan kita.

Karena itu, bagaimana rupa takdir kita ke depan, turut ditentukan dari persangkaan kita terhadap-Nya. Simak Hadis Qudsy berikut, Anaa 'inda zhanni 'abdi bih, wa Ana ma'aka idza da'awtani, "Aku mengikuti persangkaan hamba-Ku tentang Aku. Dan aku bersamamu jika memohon kepada-Ku."

Dengan demikian, husnuzhan bisa mengantarkan seseorang meraih apa yang diharapkan. Kalaulah saat ini kita sedang berduka karena kegagalan, bersegeralah husnuzhan bahwa akan ada kebaikan setelah kegagalan itu. Yakinlah bahwa takdir kita ke depan pasti dipenuhi dengan takdir kesuksesan. Tetaplah optimis. Selama hari masih menjelang, kesempatan meninggalkan kegelapan malam masih selalu terbuka. Dan, kita akan berada di jalur siang yang terang benderang.

Keberuntungan orang yang husnuzhan, tak hanya didapatkan di dunia ini, tapi juga di akhirat kelak. Rasul menyebut orang yang husnuzhan sebagai pemegang kunci surga. Dalam sebuah taklim di hadapan para sahabatnya, Rasul mengatakan bahwa sebentar lagi akan masuk seorang yang kelak akan memegang kunci surga. Semua sahabat terpana. Sampai seorang Umar bin Khattab 'iri' dengan penyematan istilah tersebut. Tidak lama kemudian masuklah orang yang dimaksud.

Orang ini penampilannya biasa-biasa saja. Tidak ada ciri khusus. Karena penasaran, Umar meminta izin untuk menginap di rumah orang tersebut. Tiga hari Umar RA menginap di rumah orang ini. Namun, dia tidak menemukan amalan khusus orang tersebut.

Ketika Umar bertanya, apa rahasianya. Orang itu menjawab, "Ibadah dan amalanku sebenarnya biasa saja, wahai Umar. Hanya selama hidupku, aku diajari oleh ibuku untuk tidak punya perasaan buruk sangka terhadap apa pun dan siapa pun. Barangkali itulah amalan yang dimaksud Rasulullah SAW."

Republika.co.id

Tuesday, 6 July 2010

Badai debu memberi gizi kepada laut

Beberapa waktu belakangan, penduduk di kawasan Teluk seperti Kuwait dan Uni Emirat Arab dipusingkan dengan badai debu. Tidak hanya menyirami rumah-rumah mereka dengan pasir, dan membuat langit kelabu, badai juga mengganggu sinyal telekomunikasi dan menimbulkan masalah kesehatan.


Namun di balik itu semua, sesungguhnya badai debu sangat bermanfaat bagi kelangsungan  kehidupan bumi, terutama laut. Hal ini ditegaskan oleh hasil penemuan seorang ilmuan dari Universitas Uni Emirat Arab.


Dr. Waleed Hamza, Kepala Departemen Biologi Universitas UAE, mengatakan bahwa badai merupakan transportasi vital pengiriman nutrisi dari daratan ke lautan, yang menjadi basis ekosistem laut yang produktif.


"Teluk Arab secara biologi dikenal sebagai badan air yang produktif, tapi tidak ada yang tahu dari mana datangnya nutrisi yang diperlukan," katanya seperti dikutip The National (3/7).


Biasanya, kesuburan laut tergantung dari nutrisi yang didapat dari darat lewat aliran sungai atau hujan. Zat-zat gizi itu diperlukan laut untuk pertumbuhan bakteri dan ganggang, yang menjadi komponen utama rantai makanan dalam ekosistem laut. Sementara Teluk Arab sangat sedikit mendapatkan air sungai dan jarang terjadi hujan.


Sepertinya, peranan untuk membawa nutrisi ke laut digantikan oleh angin. Demikian kata Dr. Hamza yang akan mempresentasikan temuannya di  International Congress on Environmental Modelling and Software di Kanada, Kamis mendatang.


Dr. Hamza bersama dengan para ilmuan dari Universitas Max Planc, Jerman, mencatat frekuensi dan intensitas badai yang terjadi di Uni Emirat Arab selama 12 bulan, dimulai dari Oktober 2008. Mereka juga mengumpulkan 172 sampel dari seluruh badai debu. Berdasarkan data itu mereka bisa memperkirakan jumlah debu pasir yang diterbangkan ke Teluk Arab setiap tahunnya, yaitu sekitar 5,5 juta ton.


"Itu artinya, setelah 20 hingga 40 tahun, Teluk akan penuh," kata Dr. Hamza.


Partikel-partikel yang diteliti diukur dengan satuan mikron. Satu mikron sama dengan 1/1.000.000 meter atau 1/25.000 inci.


Tapi dengan ukuran yang hanya 10 hingga 25 mikron, partikel-partikel debu yang dihembuskan ke Teluk Arab sangatlah lembut, dan sebagian besarnya akan terseret arus laut. Meskipun demikian, hal itu cukup untuk memberikan efek terhadap komposisi kimia air laut.



"Kami menemukan, debu-debu ini memperkaya Teluk Arab dengan banyak zat besi, fosfor dan nitrogen," jelas Dr. Hamza.


Sampel debu diambil dari berbagai pasir dan bebatuan yang terdapat antara lain di Empty Quarter, Gunung Hajar dan sabkha yang kaya mineral di pantai Abu Dhabi. Sabkha adalah dataran yang terletak di antara gurun pasir dan laut, yang terbentuk di tepian laut dangkal dan kering karena penguapan air. Sabkha banyak terdapat di kawasan pantai Afrika Utara dan Arab.


Setelah diteliti, sampel-sampel itu ternyata mengandung zat besi, fosfor, nitrogen, belerang dan nikel. Zat-zat nutrisi itu akan larut ke dalam air bersama dengan partikel debu yang terbawa arus. Semakin dalam partikel debu tenggelam, semakin dalam pula larutan gizi itu meresap ke lautan.



Hasil penelitian Dr. Hamza yang dipublikasikan pada tahun 2008 menunjukkan, nutrisi yang dibawa partikel debu merangsang pertumbuhan ganggang laut. Ia juga akan melanjutkan penelitiannya atas bakteria laut.


"Sebagai langkah selanjutnya, kami berusaha untuk melihat bagaimana bakteria membawa materi-materi ini dan mengubahnya menjadi karbon organik, serta bagaimana mereka masuk ke dalam sistem sehingga bisa meningkatkan produktivitasnya."


Temuan Dr. Hamza itu sejalan dengan hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh ilmuan Inggris pada tahun 2006. Mereka ketika itu menegaskan bahwa debu dari Gurun Sahara, sekitar 500 juta ton setahun, menyuburkan samudera Atlantik, sehingga menghasilkan plankton dalam jumlah yang sangat banyak.


Dr. Faiza Al-Yamani dari Kuwait Institute for Scientific Research juga telah lama meneliti hubungan antara angin dan kesuburan Teluk Arab.



Dalam paper yang diterbitkan bulan ini di Journal of Marine Systems, Dr. Al-Yamini bersama dengan beberapa koleganya beranggapan, tingginya pemupukan oleh debu kemungkinan memberikan kontribusi atas melimpahnya jumlah ganggang laut pada tahun 2008.


Fenomena melimpahnya ganggang laut di Teluk Arab itu dikenal dengan gelombang pasang merah, karena warna laut di Furaijah dan Khor Fakkah dipenuhi oleh ganggang berwarna merah. Kondisi tersebut sempat mengganggu industri perikanan Uni Emirat Arab dan desalinasi tanaman dari bulan Agustus 2008 hingga Maret 2009.


Dr. Hamza memberikan pendapat serupa tentang fenomena itu. "Tahun 2008, kita mengalami badai debu yang paling intensif di negara ini dalam 10 tahun," katanya. "Tingginya input debu dan tingginya intensitas angin berarti bahwa sirkulasi air membawa kista (benih) ganggang naik ke permukaan, di mana banyak terdapat nutrisi." Benih-benih ganggang biasanya mengendap di dasar laut, menunggu kondisi yang memungkinkan untuk tumbuh.


Dr. Anbiah Rajan, peneliti kehidupan laut dari Dinas Lingkungan Hidup Abu Dhabi, mengatakan belum bisa memberi komentar atas temuan Dr. Hamza, hingga dipublikasikan di jurnal ilmiah. Tapi ia menegaskan, berdasarkan penelitiannya sendiri, memang tampak ada hubungan antara badai debu dengan melimpahnya Cyanobacteria, atau yang lebih dikenal dengan ganggang biru-hijau.


Sungguh tidak ada yang sia-sia dari ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Angin yang seringkali dianggap manusia sebagai pembawa bencana, pasir yang kerap membuat mata perih, ternyata menjaga kelangsungan hidup manusia itu sendiri

Sumber : Persis.or.id

Monday, 5 July 2010

Al Quran kitab suci ummat Islam

Prof. Dr. KH. M. Abdurrahman, MA
(Materi Pengajian Ahad 04 juli 2010)

A.     Nama-nama Alquran

1.     Alquran
إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآَنَهُ
17. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. (Alqiyamah : 17)

2.     Alkitab
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Kitab* (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (Albaqarah : 2)
*Tuhan menamakan Al Quran dengan Al Kitab yang di sini berarti yang ditulis, sebagai isyarat bahwa Al Quran diperintahkan untuk ditulis.

3.     Alburhan dan Annur
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran).” (Annisa : 174)

4.     Alfurqan
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
 (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (Albaqarah : 185)

5.     Alhaq
قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنِ اهْتَدَى فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا وَمَا أَنَا عَلَيْكُمْ بِوَكِيلٍ
Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al Quran) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu." (Yunus : 108)

6.     Almushaf
Abu Bakar mengumpulkan tulisan alquran yang berserakan dan dinamai almushaf

B.     Fungsi alquran
1.     Hudan
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,” (Albaqarah : 2)

2.     Syifaun wa rahmatun
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (Al Isra : 82)

Pada ayat yang lain tugas Rasul pun adalah pembawa rahmah
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Al Anbiya : 107)
A.     Kasih sayang pada diri sendiri dengan ada larangan israf (al an’am : 141), dilarang tabdzir (al Isra : 26), dan itraf (al Isra : 16)
B.     Kasih sayang pada keluarga, tetangga, masyarakat dan siapa pun
C.    Baik pada makhluk hidup yang bernyawa
D.    Kasih sayang pada alam semesta, bumi, binatang, tanaman, lingkungan hidup secara keseluruhan.
Mereka adalah makhluk-makhluk Allah yang memuji dan memahasucikan Allah sesuai dengan firman Allah pada surat al Isra ayat 44
3.     Dzikru
ذَلِكَ نَتْلُوهُ عَلَيْكَ مِنَ الْآَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ
Demikianlah (kisah 'Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al Quran yang penuh hikmah.” (Ali Imran : 58)

4.     Tadzkirah
إِنَّ هَذِهِ تَذْكِرَةٌ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ سَبِيلًا
“Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya.” (Al Insan : 29)

5.     Mauidzah
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah: "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (Yunus : 57-58)

6.     Nadzira
تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا
“ Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam*” (Al Furqan : 1)
*Jin dan Manusia



Disampaikan oleh Prof. Dr. KH. M. Abdurrahman, MA (Ketua Umum Persis) pada Pengajian Ahad (04/07) Di PP Persis jalan Perintis kemerdekaan No 1-2 

Sumber : Persis.or.id